Perhatian Terhadap PAUD Dinilai Kurang

paudPALEMBANG | KS-Menjamurnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Palembang ternyata tidak diimbangi dengan perhatian pemerintah, sehingga berdampak pada keinginan masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka ke PAUD. Di Kota Palembang, tercatat ada 581 PAUD yang kesemuanya merupakan milik yayasan atau pribadi.

“Keberadaan PAUD ini sangat kurang diperhatikan oleh pemerintah, karena masih dianggap sebelah mata dan tidak dianggap penting oleh masyarakat untuk memberikan pelajaran anaknya masuk ke tahapan PAUD. Sebagian besar masyarakat lebih memilih Taman Kanak-kanak untuk pendidikan anak-anak mereka,” ungkap Kepala Bidang Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Palembang, Asya’ari SH, kepada wartawan Harian Kabar Sumatera diruang kerjanya, Minggu (27/10).

Bagi sebagian masyarakat, jenjang PAUD bukan pilihan utama untuk memberikan pelajaran kepada anak usia 0-6 tahun. Kebanyakan orang tua lebih memilih TK, padahal PAUD sangat diperlukan agar anak lebih cepat menangkap pelajaran ketika masuk ke jenjang SD. Kondisi ini diperparah dengan sulitnya pihak yayasan atau orang pribadi mendapatkan akreditasi dari Badan Akreditasi Pendidikan Non Formal (BAN-PNF).

“Tidak seperti pendidikan formal, karena apabila ada pihak yang ingin membuka PAUD maka harus berjalan terlebih dahulu proses belajar-mengajar dan setelah itu akan diberikan izin awal pembukaan PAUD tersebut. Dari total PAUD yang ada di Kota Palembang hanya lima yang sudah terakreditasi BAN-PNF. Rata-rata PAUD kesulitan untuk memenuhi syarat akreditasi,” terangnya.

TEKS : AMINUDDIN

EDITOR : ROMI MARADONA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *