Lima Sungai Tercemar Limbah Sampah

Ilst. Sungai yang tercemar Sampah

Ilst. Sungai yang tercemar Sampah

PAGARALAM, KS—Lima sungai yang ada di Pagaralam, seperti Sungai Air betung, Air Payang, Air Perikan, Selangid dan Sungai Lematang saat ini kondisinya sangat mengkhawatirkan lantaran tercemar limbah sampah.

Kurang sadarnya masyarakat sekitar yang kerap membuang sampah di sungai disinyalir sebagai pemicu banyaknya limbah sampah di sungai tersebut. Jika ini masih dibiarkan, bukan tidak mungkin, ekosistem yang berada di aliran sungat tersebut akan rusak.

Belum lagi gangguan kesehatan yang akan timbul akibat limbah sampah tersebut.

“Banyaknya tumpukan sampah kertas dan plastik kerap terjadi di saat hujan deras hingga memenuhi permukaan Sungai Air Perikan dan Air Payang yang mengalir di sepanjang Kecamatan Pagaralam Selatan. Termasuk pula dengan Air betung yang berada di wilayah Kecamatan Pagaralam Utara banyak dijumpai tumpukan sampah,” kata Yudi warga Sidorejo, Minggu (27/10).

Menurut dia, limbah rumah tanggga itu kerap terlihat memenuhi sungai setiap turun hujan. Hal itu sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir, kemungkinan dipengaruhi pesatnya pembangunan pemukiman penduduk di hulu maupun disepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS).

“Tiap hujan deras, tumpukan sampah sempat memenuhi permukaan sungai. Tak heran, air dan sampah kerap tumpah  hingga ke badan jalan,” ujarnya seraya mengatakan kepada pemerintah setempat agar dapat segera mengatasi volume sampah yang semakin lama semakin bertambah. Apalagi Kota Pagaralam sudah tiga kali berturut-turut  mendapatkan kembali Piala Adipura.

Senada diutarakkan Samsudin  (54) warga Nendagung mengatakan, sampah yang menumpuk dan tersangkut pada bebatuan sepanjang aliran sungai tersebut menyebabkan air yang ada semakin kotor dan berbau.

“Kemungkinan hal itu terjadi akibat maraknya masyarakat yang mendirikan bangunan  di ulu sungai maupun di kawasan DAS. Sebenarnya, masalah limbah tersebut sudah tidak terkontrol lagi,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, sejauh ini dinas terkait dinilai kurang begitu serius mengawasi keberadaan sungai yang ada. Setidaknya memberikan larangan untuk tidak membuang sampah di dalam sungai, termasuk juga melarang setiap warga yang hendak mendirikan bangunan di kawasan DAS.

“Pemerintah setempat sudah semestinya tegas menindak warga yang membuang sampah di dalam sungai. Termasuk memperketat pengeluaran izin bagi warga yang hendak membangun pemukiman di bantaran sumgai,” kritiknya.

Terpisah, Kepala Dinas  Kebersihan dan Pemakaman (DKP) Kota Pagaralam, Saiful Amri SH melalui Kabid Kebersihan Supriyanto mengakui hal itu.

Ia mengatakan,  sejauh ini pihaknya masih terkendala petugas yang ada untuk membersihkan aliran sungai yang tercemar limbah rumah tangga, termasuk pula keterbatasan peralatan yang dimiliki.

“Sejauh ini kami tengah berupaya melakukan sosialisasi maupun memberikan himbauan terhadap  warga yang tinggal di wilayah bantaran sungai agar dapat membangun saluran limbah khusus dan tidak mencemari sungai dengan  membuang sampah sembarangan,” katanya seraya menambahkan dalam waktu dekat Pemerintah Kota Pagaralam akan segera mensosialisasikan Peraturan daerah (Perda) Kota Pagaralam Nomor 9 Tahun 2012 tentang persampahan.

 

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *