Kasus DBD Terbanyak di Kertapati

Grafis DBD

Grafis DBD

PALEMBANG, KS-Masyarakat nampaknya, harus kian meningkatkan kewaspadaanya terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sebab saat ini, sudah mulai masuk peralihan musim kemarau ke penghujan sehingga rentan wabah DBD menyerang. apalagi ditambah Palembang, termasuk daerah endemik DBD.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, dr Anton Suwindro, berdasarkan cacatan pihaknya sampai September 2013, sudah ada 256 kasus DBD yang terjadi di Kota Palembang.

“Angka 256 tersebut, untuk wilayah Kota Palembang. Yang paling dominan, ada di kawasan Kertapati. Kalau dua tahun lalu, kawasan paling dominan adalah Kecamatan Ilir Timur (IT) I,” jelas Anton, kemarin di ruang kerjanya.

Disinggung soal ketersedian obat-obatan di  puskesmas, Anton menyebutkan, DBD tersebut disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti. Karenanya Dinkes bebernya, tidak menyediakan obat khusus DBD.

“Tapi, kami sediakan obat penurun panas, vitamin. Virus ini, tidak bisa disebuhkan oleh antibiotik biasa, virus ini bisa hilang karena daya tahan tubuh kita kuat. Misalnya kita berhubungan dengan orang kena flu, kalau daya tahan tubuh kita kuat, maka tidak akan menular penyakit tersebut,”ujarnya.

Untuk menghindari serangan penyakit DBD, Anton menghimbau warga untuk selalu membiasakan pola hidup bersih. Jika lingkungan perumahan kotor, maka tidak tertutup kemungkinan bisa menjadi sarang nyamuk.

“Penyakit DBD ini disebabkan nyamuk, dan nyamuk tersebut biasa hidup di tempat kotor, termasuk diantaranya, got, pakaian kotor, bak mandi yang banyak jentiknya, dan banyak lagi yang lainnya,”ucapnya.

Langkah sederhana untuk menghidari penyakit tersebut menurut Anton, dengan 3 M yakni menguras, menutup, dan mengubur. “Langkah tersebutlah yang paling sederhana, misalnya menguras bak mandi yang airnya sudah keruh, menutup penampungan air, dan mengubur, barang-barang bekas. Yang memungkinkan nyamuk bertelur,”ulasnya.

Anton menyebutkan, lebih baik mencegah dari pada mengobati, karena jika sudah terkena penyakit. Biaya yang akan dikeluarkan tidaklah sedikit. “Jadi lebih baik kita cegah, jangan sampai terkena penyakit,”tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *