Daun Layu dan Membusuk, Petani Cabe Resah

Na’imin di kebun cabai miliknya sedang menunjukkan cabai yang busuk

Na’imin di kebun cabai miliknya sedang menunjukkan cabai yang busuk

PALI | KS-Resah. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan raut wajah Na’imin (55) salah satu petani cabai di Keluarahan Handayani Mulia Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Saat ditemui Kabar Sumatera (KS) Minggu sore (27/10) di kebun cabai miliknya, Na’imin tak dapat menyembunyikan keresahan dari wajahnya. Didampingi Rakini istrinya, Nai’imin menceritakan produksi cabai dari kebunnya merosot sampai separuh dari biasanya. “Sudah sebulan ini kalau panen hanya 10 kg saja, nak. Padahal biasanya mencapai 20 kg,” kata Na’imin.

Ia menampik bila tanaman cabai miliknya tidak terawat. Secara rutin Na’imin memberikan obat-obatan agar tanamannya bebas dari hama. Setiap tiga hari ia menyemprotkan pestisida jenis Curacron. Pemupukan dan penyiangan juga rutin dilakukannya.

Menurutnya, sejak sebulan terakhir, daun cabai miliknya mendadak layu seperti disiram air panas. Dan beberapa tangkai cabai miliknya ada yang membusuk dan mati. “Kalau kami bilang lonyot daun. Artinya daunya layu,” terang Na’imin.

Na’imin yang sudah mengolah kebun ini sejak tahun 2004 lalu ini, mengaku biasanya setiap empat hari ia dapat memanen cabai sebanyak 20 kg dan dijual ke pedagang di Pasar Talang Ubi. “Alhamdulillah nak, sekarang masih bisa panen 10 kg. dapet separuh dari biasanya. Cukup buat beli obat-obatan dan pupuk, sisanya buat makan,” jelas Na’imin.

Sejak 2004 yang lalu, Na’imin mengusahakan lahan seluar satu hektar yang terletak di pinggir jalan menuju kota Talang Ubi. Na’imin mendapat kepercayaan dari salah satu warga pemilik lahan untuk bercocok tanam disitu. “Saya dipercaya Ibu Guru Endang untuk mengelolanya, nak. Tapi sifatnya dipinjamkan sementara saja, selagi belum dimanfaatkan,” tambah kakek empat cucu ini.

Na’imin berharap, pemerintah dapat mendatangi kebunnya dan meneliti jenis penyakit yang menyerang tanaman cabai miliknya. Ia berharap dengan datangnya ahli, akan ada solusi sehingga hasil panennya dapat normal kembali.

TEKS / FOTO : INDRA SETIA HARIS

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *