BKD: Pengambilan Nomot Tes Tidak Bisa Diwakilkan

Ilst. Test Psikotes

Ilst. Test Psikotes

PAGARALAM, KS—Terkait adanya ketentuan mengambil nomor tes tidak boleh diwakilkan, cukup membuat repot dan susah para peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan ikut ujian tersebut di Pagalam. Apalagi ternyata mayoritas warga tersebut bukan berasal dari Pagaralam.

Menurut Andi, warga yang mengaku dari Sungai Penuh, Kota Jambi mengatakan, dia datang dengan  mengendarai sepeda motor dari Jambi hampir 12 jam perjalanan. Apalagi ia belum pernah ke Pagaralam.

“Setidaknya, saya harus dua kali datang langsung ke BKD Pagaralam. Saat ini mengambil nomor dan nanti ketika tes,” keluhnya.

Senada dikatakan Andri, dari Palembang, dengan adanya syarat datang langsung bagi yang bersangkutan ini membuatnya kerepotan.  Mengingat sejauh terpaksa harus meninggalkan pekerjaan di sebuah perusahaan swasta di Palembang dan minta izin.

“Beruntung saja saya diizinkan kantor. Karena terus terang saja saya ikut tes PNS ini merasa pesimis dan untuk menyenangkan orang tua saja paling tidak dengan berusaha” terangnya.

Badan Kepegawain Daerah (BKD), Kota Pagaralam sebagai penyelenggara tes CPNS, menetapkan syarat mutlak bagi peserta tes yang lulus seleksi adminitrasi untuk mengikuti tes berikutnya. Persyaratan tersebut, yakni pelamar yang lulus adminitrasi, untuk mengambil nomor tes tidak bisa diwakilkan.

“Pastinya kita tidak menerima perwakilan untuk mengambil nomor. Jika ada peserta mewakilkannya, selaku panitia kita tidak memberikannya. Dianggap mereka tidak serius mengikuti tes CPNS,” kata Kepala BKD Pagaralam, Yapani Rahim melalui Bagian Formasi Sardiono, kemarin.

Ia menjelaskan, pada penerimaan CPNS sebelumnya, banyak peserta mewakilkan ke kerabat terdekatnya untuk pengambilan nomor. Rupanya, setelah diberikan nomor ada peserta peserta tersebut meminta nomor tes mereka.

“Guna menepis berbagai hal yang tidak di inginkan, pengambilan nomor peserta tidak bisa diwakilkan,” katanya.

Selain itu, pengambilan langsung tersebut dimaksudkan untuk melihat langsung kehadiran peserta dan nanti untuk mencocokkannya dengan tanda tangan peserta ketika hadir di ujian.

“Ada tiga tanda tangan yang dicocokkan, ketika mengambil nomor, di panitia, dan ketika pelaksanaan,” tambahnya seraya mengatakan hal itu memang sudah diinstruksikan oleh BKN Pusat dan tidak bisa ditolak.

 

Teks: Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *