Bandar dan Dua Kurir Narkoba Ditangkap

pesta-sabu

Muara Enim I KS-Tim Gabungan Satuan Reserse (Satres) Narkoba Kepolisian Resort (Polres) Muaraenim bersama Kepolisian Sektor (Polsek) Lawang Kidul, Sabtu (26/10) berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba.

Tidak Tangung-tanggung, bandar dan dua kurirnya berhasil ditangkap ditempat berbeda.

Informasi yang didapat, pengungkapan kasus narkoba merupakan tidak lanjut dari laporan mayarakat yang resah atas bisnis narkoba para pelaku. Selama berapa hari melakukan penyelidikan, akhirinya petugas mengendus dua orang kurir yang akan melakukan transaksi di salah tempat di wilayah Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul, Sabtu (26/10) sekitar pukul 14.00 WIB.

Petugas telah berpencar di lokasi tempat dimana akan dilakukan transaksi narkoba berlangsung. Benar saja, ditempat itu terdapat kedua orang pelaku yang merupak kurir narkoba yakni, Saparudin bin Junaidi (23) dan Joko (20) keduanya warga Desa Karang Raja Kecamatan Muaraenim yang akan menunggu konsumennya.

Gelagat mencurigaan kedua pelaku tak ayal membuat petugas tidak menyia-nyiakan waktu untuk menyergapnya. Kedatangan petugas secara tiba-tiba membuat kaget dan ketakutan kedua pelaku.

Petugas melakukan penggeledahan, benar saja petugas ditemukan 1 paket sabu dalam kotak korek api di lantai sebelah kanan pelaku Joko dan Saparudin. Tidak hanya itu saja, masih ada barang bukti lainnya yakni, 7 butir pil ekstasi yang didapati di kantong depan sebelah kanan celana panjang warna hitam yang dikenakan Saparudin.

Setelah diintrogasi kedua kurir tersebut, rupanya narkoba tersebut milik bandar yakni  Andri (27), warga Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul. Namun pada saat penangkapannya Andri berada di rumah orang tuanya di Desa Karang Raja Kecamatan Muaraenim.

Andri diamankan petugas dirumah orang tuanya dan berhasil mengamakan, perlengkapan untuk menjual dan memakai sabu.  Baik Andri maupun kedua kurirnya digelandang Tim Gabung Sat Res Narkoba dan Polsek Lawang Kidul ke Polres Muaraenim untuk diproses lebih lanjut.

Dari pengakuan Saparudin dan Joko, dirinya  baru sebulan terakhir jadi kurir narkoba. Belum sempat barang (narkoba -red) terjual, Saparudin dan Joko lebih dulu ditangkap polisi. Padahal, siang sebelum penangkapan, ada konsumsen yang akan memesan narkoba.

“Belum sempat terjual, kami sudah tertangkap,”ucap Saparudin dan Joko yang diwawancarai di ruang tahanan Polres Muaraenim, Sabtu (26/10).

Diakui keduanya, narkoba tersebut adalah milik Andri, dirinya hanya diperintahkan untuk mengantar saja. Jika narkoba telah terjual akan mendapatkan komisi.

“Jadi lah pak komisinya, kalau narkobanya terjual. Cukuplah untuk makan-minum sehari-hari,” ungkap Saparudin dan Joka yang enggan menyebut nominal uangnya.

Sementara itu, bandar narkoba Andri mengaku baru menjalankan bisnis barang haramnya sebulan terakhir ini.  “Baru sebulan ini lah, jadi bandar,” ucapnya.

Mengenai pemasok narkoba, dia tidak tahu asal muasalnya, sebab setiap mendpatkan narkoba, melalui perantara/jasa kurir yang langsung mengantarkannya. “Dak tahu pak, dari mano pemasoknya, aku hanya menerima melalui jasa kurir juga,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Muaraenim AKBP Mohamad Aris melalui Kasat Res Narkoba Iptu Tony Priyanto mengatakan, penangkapan bandar dan dua kurir narkoba tersebut merupakan bentuk keseriusan pihaknya memberantas peredaran narkoba.

Pengungkapan kasus ini, kata Tony, menindak lanjuti adanya laporan masyarakat. Bersama petugas Polsek Lawang Kidul, pihaknya berhasil menangkap bandar dan dua kurirnya. “Bandar dan dua kurirnya sudah kita amankan berikut barang bukti narkoba dan lainnya. Kita akan lakukan pengembangan,” ungkap Tony

Teks : SISWANTO

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *