Oknum Polisi dan Kedua Rekannya Gelapkan Pajak Senilai Rp1,4 M

pajak

PANGKALAN BALAI,KSCukup mencengangkan, tidak kurang Rp1,4 miliar uang Negara dari pajak kendaraan masyarakat Banyuasin “menguap” karena ulah dari ketiga oknum beda institusi yang bertugas di kantor UPTD Dispenda Provinsi Sumsel perwakilan Kabupaten Banyuasin.

Ketiga oknum tersebut, berinisial FR (Polres Banyuasin), HI petugas UPTD Dispenda setempat, dan otak penggelapan pajak kendaraan yang bertugas sebagai kasir cabang pembantu Bank Sumselbabel.

Total, ada 51 kendaraan jenis roda empat dan 10 unit motor yang dihapus setoran pajaknya oleh ketiga oknum tersebut dan masuk ke kantong pribadi. Ketiganya saat ini dibebas tugaskan di kantor pelayanan satu atap tersebut.

“Ya, ketiganya sudah dibebas tugaskan dari tugasnya masing-masing di kantor ini, setelah terlibat penggelapan pajak kendaraan konsumen, dan menyebabkan kerugian Negara sebesar Rp1,4 miliar,” kata Kepala UPTD Dispenda Provinsi Sumsel perwakilan Banyuasin, H Marwan Fansuri SSos, Kamis (24/10/2013).

Ketiganya melakukan penghapusan pajak kendaraan konsumen pada tahun 2012 lalu untuk beberapa jenis kendaraan, baik milik pribadi ataupun perusahaan di Kabupaten Banyuasin.

“Angka tersebut termasuk pajak kendaraan sebesar 2%. Jika selama 1 tahun setiap kendaraan itu dendanya 24%. Merk mobil bervariasi, mulai dari Mitsubishi, Toyota, Suzuki, dan juga kendaraan jenis truk milik perusahaan,” sambungnya.

Ketiganya, menjadi Three Musketeers di kantor Samsat tersebut untuk mengelabui laporan keuangan yang masuk ke UPTD Dispenda Banyuasin. Modus yang dilakukan, dengan menghapus setoran pajak kendaraan baru yang akan dibuat surat menyuratnya.

“Modusnya, mereka menghapus laporan pajak yang harus disetor ke BankSumsel Babel. Oknum Polres itu menerbitkan plat, oknum Dispenda yang mengentri data, dan si kasir yang menyimpan uangnya,” kata Marwan.

Jumlah berkas 51 kendaraan tersebut, ternyata tidak masuk ke dalam entri server yang saat itu masih berjalan secara offline di tahun 2012. Sehingga, dijadikan kesempatan oleh ketiganya untuk menyisihkan sebagian uang yang harusnya disetor.

Kemudian, surat menyurat kendaraan, termasuk plat, tetap dikeluarkan kepada konsumen yang ditipu oleh ketiganya sehingga melibatkan oknum kepolisian tersebut.

“Tahun 2012 lalu masih dalam system offline, posting pembayaran pajak di Samsat itu berhenti pukul 14.00 wib, dan posting pembayaran ke BankSumsel itu pukul 15.00 wib, yang dibawa dalam brankas. Nah, kemungkinan jeda waktu satu jam itu yang dipakai ketiganya untuk berbagi uang. Karena kasir BankSumsel itu sudah menyimpan uang yang tidak disetor tersebut,” katanya.

Marwan sendiri, hanya menerima pendataan baru. “Saya menerima pendataan baru (PB) dari bawahan saya, dan itu jumlah yang murni disetor ke negara, saya tidak tahu jika ada permainan ketiganya,” katanya

Aksi ketiganya diketahui ketika ada wajib pajak yang hendak bayar pajak kendaraan 1 tahun kemudian di kantor Samsat tersebut. “Ketika di entry, nama yang bersangkutan tidak muncul, padahal ketika diketik nopol kendaraan saja, datanya langung keluar ke server,” jelas dia lagi.

Ada juga, korban yang ditilang polisi lantaran kendarannya berstatus bodong. “Padahal mobilnya baru beli 1 tahun, tapi datanya itu tidak ada. Dan kami prediksi, jumlah korban ini akan terus bertambah. Karena, ada indikasi, si kasir BankSumsel itu juga bermain sendiri untuk kasus ini, dan jumlahnya juga banyak,” tegas Marwan.

Marwan sendiri, menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian untuk menindaklanjutinya. “Saya belum tahu ada yang ngelapor ke polisi atau belum. Yang jelas konsumen kami minta untuk kembali ke dealer masing-masing karena yang menerbitkan surat itu jugakan lewat dealer,” bebernya.

Kapolres Banyuasin AKBP Ahmad Ikhsan ketika dihubungi mengaku tidak mengetahui kasus yang melibatkan salah satu petugasnya. “Saya tidak tahu itu,” katanya langsung menutup handphone.

Sementara Kepala Cabang Bank SumselBabel Pangkalan Balai, Tedy Kurniawan mengaku menyerahkan kasus ini kepada pihak yang berwajib.

“Kami siap bekerjasama jika keterangan kami dibutuhkan, kami serahkan urusan ke kepolisian, jika ada panggilan tentu akan dipenuhi,” pungkasnya.

Teks: Diding Karnadi

Editor: Junaidi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *