Program PKH, Menuntaskan Kemiskinan

rakor-program-keluarga-harapan

Rakor Program Keluarga Harapan

MUSIRAWAS | KS-Pemerintah kabupaten (Pemkab) Musirawas lakukan rapat koordinasi (Rakor) Program Keluarga Harapan (PKH) Kamis (24/10) di gedung Auditorium Pemda.

Rakor antar instansi baik ditingkat Kabupaten maupun Kecamatan dan Desa dihadiri juga dari Jamkesmas Kementerian Sosial RI dan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan.

wakil dari Kemensos, Surya Wijaya menyampaikan Rakor dimaksud agar kedepan program PKH dapat diterapkan pada 19 kecamatan yang sudah di alokasi dari pusat. PKH pertama kali diterapkan dari tahun 2007 waktu itu baru 7 provinsi namun sekarang sudah di 33 provinsi kecuali provinsi kalimantan utara.

“Rakor ini juga sebagai sosialisasi PKH karena Kabupaten Musirawas merupakan Kabupaten yang mendapat bantuan PKH dari pusat ditambah dana sharing dari pemerintah daerah. bantuan tersebut diperuntukkan sasaran rumah tangga miskin di 19 kecamatan,” katanya.

ia juga menyampaikan Kabupaten Musirawas mendapatkan program PKH karena beberapa waktu lalu mengajukan kepusat, sedangkan kriteria daerah yang mendapatkan bantuan dari pusat diantaranya, daerah tingkat kemiskinannya tinggi, pengangguran juga tinggi dan banyak anak yang putus sekolah.

“Diharapkan kedepan dapat mengindentifikasi atau validasi data RTS, karena data tersebut merupakan data BPS yang di tetapkan Tim Nasional Penanggulanan Kemiskinan (TNPK) tahun 2011, jadi mungkin ada perkembangan baru dari jumlah RTS yang diajukan'” katanya.

Sementara Assisten III, Edi Iswanto menyampaikan bahwa PKH yang akan dilaksanakan dapat memberikan manfaat dan kesejahteraan masyarakat miskin. untuk itu kepada SKPD terkait dan unsur pendamping hingga tingkat desa agar dapat bekerja dengan lebih baik.

“PKH merupakan program yang sangat penting untuk mengentaskan kemiskinan dan ketertinggalan masyarakat, sasaran RTS yang ada berdasarakan data sekitar 10.677 RTS dengan anggaran lebih kurang 13 miliar yang berasal dari dana pusat ditambah dana sharing pemmda. PKH membangun sistem perlindungan sosial, bukan kelanjutan blsm tetapi memberikan bantuan kepada RTS baik untuk jangka pendek berupa peningkatan kesejahteraan hidup maupun jangka panjang termasuk jaminan anak-anak sekolah,” katanya.

TEKS : FAISOL

EDITOR : ROMI MARADONA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *