Masyarakat Berang Truk Batubara Dipaksa Putar Balik Arah

Tampak aksi penyetopan truk batubara yang dilakukan oleh LSM PPPME bersama masyarakat Desa Kepur dan Tanjung Serian.

Tampak aksi penyetopan truk batubara yang dilakukan oleh LSM PPPME bersama masyarakat Desa Kepur dan Tanjung Serian.

MUARAENIM I KS-Semakin maraknya truk angkutan batubara yang melintas di jalan lintas sumatera (jalinsum) Kota Muaraenim membuat masyarakat berang dan semua truk angkutan batubara yang melintas dikawasan Simpang Islamic Center Kota Muaraenim dipaksa memutar balik arah.

Aksi penyetopan truk angkutan batubara yang dimotori oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pers Pemantau Pembangunan Muaraenim (PPPME) serta pemuda Desa Kepur dan Desa Tanjung Serian ini berlangsung dengan aman dan tertib. Demikian juga dengan arus lalu lintas berjalan dengan kondusif.

“Aksi ini merupakan puncak kemarahan masyarakat dari semakin maraknya truk angkutan batubara yang melintas. Oleh karena itu, kita minta kepada sopir truk batubara untuk memutar kembali. Aksi ini, kita lakukan sampai pukul lima sore,” tutur Reza Ade Sanu (35), salah seorang perwakilan warga Desa Kepur, Kecamatan Kota Muaraenim disela-sela aksi penghadangan truk batubara kepada Kabar Sumatera, kemarin (24/10).

Dampak yang ditimbulkan dari truk batubara tersebut, kata Reza, selain banyaknya jalan yang rusak serta bertebarannya debu batubara, juga telah banyak korban jiwa akibat ulah sopir truk batubara yang berkendara ugal-ugalan. Maraknya truk batubara melintas ini tidak ada untung atau manfaatnya yang diterima oleh warga,  akibatnya kemarahan warga semakin memuncak.

“Kita berharap, aksi ini mendapat tanggapan serius dari pemilik perusahaan tambang batubara untuk tidak lagi melintas di jalinsum, karena sudah disediakan jalan khusus oleh pemerintah. Demikian juga dengan pemerintah dan instansi terkait, agar semakin tegas menindak perusahaan batubara yang membandel dengan tetap melintas dijalinsum,” terang Reza.

Sementara itu, Ketua LSM PPPME, Hijazi, mengatakan aksi ini diikuti sekitar 50 massa. Aksi ini merupakan gabungan dari LSM PPPME dengan Pemuda Desa  Kepur dan Desa Tanjung Serian. Aksi penyetopan truk batubara ini, merupakan aksi damai menolak angkutan batubara melintas di jalan umum. Karena telah memberikan dampak negatif yang begitu besar kepada masyarakat.

“Sebelum aksi ini kita lakukan, kita telah berkoordinasi dengan pihak terkait mulai dari surat menyurat ke Bupati Muaraenim, Ketua DPRD Muaraenim, Kapolres Muaraenim dan Dandim 0404 Gapo Muaraenim. Dan alhamdulillah, aksi ini dapat dilaksanakan hari ini dengan damai dan tertib,” pungkas Hijazi.

Teks : SISWANTO

EDITOR : ROMI MARADONA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *