Kodam Sriwijaya Sita Sabu di Perbatasan RI

pesta-sabu

PALEMBANG, KS-Anggota pengamanan dari Komando Daerah Militer II/Sriwijaya menyita narkotika jenis sabu seberat 4,25 kilogram di wilayah pebatasan RI Kalimantan Timur- Malaysia, Senin (21/10).
Pangdam II/Sriwijaya  Mayor Jenderal TNI Bambang Budi Waluyo kepada wartawan usai silaturahim dengan media di Palembang, Rabu malam (23/10) mengatakan kasus paling menghebohkan itu yakni penangkapan dua pelaku bersama barang bukti sabu seberat 4,25 kilogram.

Memang, pihaknya melakukan kunjungan kerja untuk melihat kondisi prajurit Kodam II/Sriwijaya yang sedang melaksanakan tugas pengamanan wilayah perbatasan tersebut, pada 19-20 Oktober 2013.

Namun, setelah pulang kembali ke Palembang pihaknya mendapatkan laporan anggota prajuritnya menangkap pelaku yang kedapatan membawa sabu di wilayah perbatasan tersebut.

“Ini suatu keberhasilan dan prestasi yang luar biasa, karena bila sabu tersebut sempat beredar ke masyarakat umum maka akan sangat berbahaya bagi masa depan bangsa.

“Atas prestasi itu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat akan memberikan penghargaan kepada prajurit Kodam II/Sriwijaya yang telah mengamankan peredaran Narkoba teresebut,” katanya.

Mengenai bentuk penghargaan sendiri, itu tergantung dengan pimpinan, namun pihaknya berharap pemberian kenaikan pangkat karena prestasinya luar biasa.
Mengenai Narkoba tersebut diperkirakan dari luar negeri, namun sekarang ini masih dalam penyelidikan.

Yang jelas, dengan adanya peristiwa tersebut pihaknya terus memaksimalkan penjagaan wilayah perbatasan itu.Menurut Pangdam, anggota TNI yang sedang melaksanakan tugas di wilayah perbatasan juga ditugaskan untuk melakukan pencarian kemungkinan masih ada peredaran Narkoba lainnya.

Pangdam mengatakan, memang wilayah perbatasan itu cukup rawan terutama mengenai perlintasan peredaran Narkoba, sehingga harus selalu diantisipasi.

Wilayah perbatasan Kalimantan Timur dengan Malaysia cukup luas mencapai 1.038 KM yang sudah diperkuat dengan dukungan 30 unit pos penjagaan pengamanan, katanya.

Pengamanan jalur pipa minyak Sementara, menyinggung masalah pengamanan pipa minyak Pertamina, Panglima Daerah Militer II/Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Bambang Budi Waluyo mengatakan, sejak dilakukan pengamanan kasus pencurian minyak di jalur pipa Tempino-Plaju tidak ditemukan lagi.

Pihak TNI telah melakukan pengamanan dengan menurunkan satu kompi anggota prajurit di jalur tersebut dan ternyata tidak ada lagi kasus pencurian, kata Pangdam.

Ia menambahkan, dengan pengamanan jalur pipa minyak Pertamina itu, berarti pihaknya berhasil menyelamatkan miliaran rupiah uang negara.

Teks: Junaidi Abdillah

Editor: Sarono P Sasmito




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *