Jangan Abaikan Tata Ruang

palembang

OLEH SARONO P SASMITO

PESATNYA pembangunan yang terjadi di Kota Palembang ternyata tidak semuanya berdampak positif bagi alam dan manusia. Berkaitan dengan tata ruang banyak pembangunan yang tidak mengindahkan hal penting ini. Salah satu kenyataan yang terjadi adalah pembangunan  Palembang Sport Convention Center (PSCC) yang tidak mengin dahkan hal ini. Sebab pembangunan itu merusak  keaslian danau yang berada di kawasan pembangunan gedung olah raga, hotel dan mal tersebut.

Kita mengharapkan mereka mengembalikan keaslian luas dan normalisasi danau, karena hal itu  mendesak dilakukan pengembang  sebab  sangat penting fungsinya untuk menampung air. Penegasan ini juga dikemukakan Kepala Dinas Tata Kota Palembang Muhammad Isnaini.

Apalagi pihaknya telah mengecek danau tersebut, kondisinya sangat memprihatinkan sempit dan dangkal. Fungsi awalnya sebagai sarana penampungan air sementara kini tidak terlihat lagi, apalagi pada setiap sisi dipenuhi alat-alat untuk pembangunan gedung di kompleks tersebut. Oleh karena itu mereka  mengingatkan untuk memprioritaskan pengembalian danau ke bentuk asli dan dinormalisasi.
Kita juga sangat mengharapkan agar  pengembang  melakukan normalisasi dan mengembalikan fungsi danau yang berada di tengah kota. Apalagi pengembang  tersebut membangun bagian depan gedung tersebut tidak sesuai dengan gambar yang mereka ajukan ketika mengurus izin mendirikan bangunan (IMB).

Sebagai warga kita juga  mengimbau agar mereka segera memperbaiki bangunan bagian depan sesuai dengan yang dilampirkan ketika mengurus izin.. Sebab  Tata  Kota tidak akan memberikan toleransi kepada pengembang terkait perubahan bangunan dari yang diajukan, tetap harus sesuai dengan izin mendirikan bangunan yang telah diterbitkan.

Pembangunan yang tidak sesuai dengan IMB akan mendapat sanksi sesuai ketentuan berlaku.
Ironisnya meski demikian  perwakilan  pengembang proyek PSCC mengatakan pihaknya telah menyiapkan desain khusus terhadap danau yang berada di pinggir bangunan utama tersebut.  Misalnya  penataan danau akan dilakukan setelah pembangunan gedung selesai yang juga akan dilengkapi dengan air mancur dan `jogging track` serta fasilitas lain. Apa yang menjadi pernyataan pihak pengembang tersebut selayaknya bukan hanya bersifat lip service. Tapi kita menuntut kepada mereka agar memenuhi dan mematuhi konsep tata ruang tersebut sehingga tidak akan menimbulkan efek negative di kemudian hari. Dana yang seharusnya menjadi tempat menampung air akan mengakibatkan terjadinya banjir jika danau tersebut ditimbun saja semau-maunya. Moga preseden buruk ini akan menjadi perhatian semua pihak. (Sarono P Sasmito)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *