FKIP Unanti Cetak 29 Sarjana Baru

Suasana Yudisium Di Universitas Tridinanti Palembang

Suasana Yudisium Di Universitas Tridinanti Palembang

PALEMBANG | KS-Fakultas Ilmu Pendidikan (FIKP) Universitas Tridinanti (Unanti), Palembang, Kamis (24/10), kembali melahirkan sarjana baru. Kali ini, ada 29 sarjana baru yang di yudisium oleh Dekan FKIP Unanti, Prof. Dr. Rusman Roni, M. Pd di Aula Flamboyant, Unanti.

Ke 29 sarjana baru ini, berasal dari dua jurusan yakni Bahasa Inggris sebanyak 21 sarjana dan Bahasa Indonesia, sebanyak 8 sarjana. Namun kata Rusman, kualitas perguruan tinggi tersebut dilihat bukan berapa banyak sarjana yang mereka lahirkan.

Tetapi, bagaimana alumni yang mereka telurkan bisa mengimplementasikan teori-teori yang mereka dapatkan selama di bangku kuliah kepada masyarakat. Mereka pun sebut Rusman, diharapkan bisa menaburkan pemikiran ke masyarakat.

“Seorang sarjana saat masuk ke dalam dunia kerja, dan berkecimpung di tengah-tengah masyarakat, kesuksesannya bukan karena sekedar memiliki keterampilan teknis. Tetapi juga, harus memiliki keterampilan lunak (soft skill),” ungkap Rusman.

Karenanya Unanti sambungnya , sejak dini sudah mempersiapkan mahasiswanya untuk mampu bersaing dengan memiliki soft skill tersebut. Salah satu cara yang dilakukan, dengan menerapkan kegiatan ekstra kurikuler kemahasiswaan.

“FKIP Unanti, terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Sumsel. Kita juga terus berusaha,  melengkapi sarana dan prasarana, sehingga lulusan yang kita hasilkan adalah SDM-SDM yang profesional dan handal dibidangnya,” ujarnya.

Sementara itu, Pembantu Dekan (PD) II FKIP Unanti, F. A. Milawasri, S.Pd. M.Pd berpesan kepada lulusan untuk mempersiakan diri menghadapi tantangan ke depan, dengan berupaya meningkatkan kualitas diri. “Jangan berpuas diri, dengan apa yang telah didapatkan. Terus kembangkang ilmu yang didapatkan, di bangku kuliah,” harapnya.

Pembantu Rektor (PR) I Unanti, Dr. Ir. Manisah, MP berharap kepada sarjana-sarjana yang berasal dari Unanti bisa memanfaatkan ilmu yang didapatkan, sebagai bekal di masa depan dan diterapkan di dalam dunia pendidikan dimana nantinya para yudisium bekerja.

“Mereka adalah ujung tombak Unanti, karenanya kita minta mereka menjaga nama baik baik almamater dimanapun berkarier nantinya. Kesuksesan mereka, sedikit banyaknya akan memberi pengaruh bagi perkembangan Unanti,” tukasnya.

Teks     : Aminuddin

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *