Baru 27 Kelurahan Miliki Bank Sampah

Ilst. Kotak Sampah

Ilst. Kotak Sampah

PALEMBANG, KS-Sampah, masih menjadi salah satu persoalan di kota-kota besar di Indonesia termasuk di Palembang.  Berbagai upaya pun, dilakukan untuk menanggulangi tumpukan sampah ini. Salah satunya, melalui bank sampah.

Namun sayang di Palembang, jumlah bank sampah masih minim. Dari 107 kelurahan di metropolis, catatan Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang, hanya ada 27 kelurahan yang miliki bank sampah.

Minimnya bank sampah ini menurut Kepala DKK Palembang, Agoeng Noegroho, menunjukkan masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah.  Partisipasi masyarakat, dalam penanggulangan sampah di Palembang sebutnya baru mencapai 20 persen.

“Bank sampah, merupakan konsep pengumpulan sampah kering yang kemudian dipilah. Sampah-sampah tersebut kemudian di olah menjadi benda yang bernilai, nasabah yang menyetorkan sampah nya di hargai dengan nilai tertentu,” jelas Agoeng ketika dibincangi, Kamis (24/10).

Secara umum konsep bank sampah ini sambung Agoeng, sama seperti bank umum. Disana bebernnya, ada manajemen yang mengelola bank tersebut dan ada nasabah. Namun yang ditabung, bukan uang melainkan sampah.

DKK sambungnya, ingin merubah pola pikir masyarakat tentang sampah dengan cara meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat, agar mereka melakukan pemilihan sampah sebelum dibuang ke tempat pembungan akhir (TPA).

“Tujuan dibangunnya bank sampah, sebenarnya bukan bank sampah itu sendiri. Bank sampah adalah strategi, untuk membangun kepedulian masyarakat agar dapat bersahabat dengan sampah, untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah tersebut,”bebernya.

Agoeng mengaku, saat ini tingkat partisipasi masyarakat terhadap kebersihan lingkungan masih kurang. Hal ini dikarenakan dari 107 kelurahan baru 27 kelurahan, yang memiliki bank sampah diantaranya di Kelurahan Alang-alang Lebar (AAL), dan Kelurahan 8 Ilir.  “Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, kami berencana akan menghimpun kader lingkungan di setiap kelurahan untuk dibina guna membentuk bank sampah,”ucapnya.

Selain itu, Agoeng menambahkan, pihaknya juga akan memfaslititasi peralatan yang dibutuhkan dalam pengelolahan bank sampah. “Seperti mesin penghancur kertas, mesin pencetak biji kertas, sehingga nilai sampah yang dikumpulkan dapat lebih bernilai,”ujarnya.

Selian itu, Agoeng menambahkan lagi, untuk sampah basah seperti sampah dari pasar tradisional, nantinya akan dikelola secara khusus menjadi pupuk kompos bekerjasama dengan PT Pusri.

“Sementara untuk pengolahan sampah di TPA, kami akan mengaktifkan kembali mesin pencacah sampah yang selama ini tidak berfungsi. Sehingga sampah bernilai ekonomis seperti plastik dan kertas, dapat di jual kembali,”tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *