Angkutan Milik Perusahaan Abaikan Keamanan Warga

Seorang Petugas Dishub Kab PALI sedang memberikan penjelasan kepada sopir truk angkutan sawit. Sopir diminta memasang jaring pengaman. Foto diambil kamis (24/10) didepan Pos Jaga Dishub Perempatan Desa Talang Bulang.

Seorang Petugas Dishub Kab PALI sedang memberikan penjelasan kepada sopir truk angkutan sawit. Sopir diminta memasang jaring pengaman. Foto diambil kamis (24/10) didepan Pos Jaga Dishub Perempatan Desa Talang Bulang.

PALI | KS-Sawit dan kayu logging untuk bahan baku kertas adalah dua potensi komoditas yang diandalkan Kabupaten PALI, selain karet. Ratusan ton kayu dan sawit diangkut dari bumi PALI setiap harinya.

Banyaknya angkutan tersebut ternyata menimbulkan permasalahan. Masyarakat banyak yang mengeluh karena angkutan yang berlalu lalang mengabaikan keamanan pengguna jalan lainnya.

Sebagai contoh truk pengangkut sawit yang tujuannya ke pabrik kelapa sawit PT Suryabumi Agrolanggeng. Angkutan ini  sering tidak menggunakan jaring pengaman. Bila tidak menggunakan jaring pengaman tandan, masyarakat khawatir tandan sawit akan jatuh menimpa pengguna jalan. Baik pengendara mobil dan motor maupun pejalan kaki.

Demikian juga dengan truk pengangkut kayu logging. Tali (belt) pengikat kayu logging seringkali tidak diikat dengan benar. Hal ini, menurut sejumlah warga juga dikhawatirkan bisa membahayakan pengguna jalan lainnya. Kayu logging yang diangkut dengan tujuan pabrik kertas PT Tanjung Enim Lestari di Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim berasal  dari Kabupaten MUBA, Musi Rawas dan PALI sendiri.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) telah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) terkait penertiban angkutan, sekaligus melakukan pemungutan retribusi.

Namun, sebagaimana diterangkan, Drs Rusman Firman, MM, Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi PALI, pemberlakuan Perbup baru dilaksanakan tahun 2014. “Pemberlakuannya tahun 2014, saat ini kita baru sosialisai,” terang Rusman di Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi, Kamis (24/10).

Untuk melakukan sosialisasi itulah, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi melakukan sosialisasi Perbup kepada setiap truk pengangkut sawit dan kayu yang melintas di jalan dalam wilayah Kabupaten PALI. Salah satunya dengan mendirikan pos jaga di perempatan Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI.

Bangunan seluas 3×3 meter dengan konstruksi sederhana itu didirikan Dinas Hubkominfo persis di perempatan jalan. “Biar strategis. Apalagi disini juga pintu gerbang PALI,” kata Firman.

Menurut Rusman, pos jaga di Talang Bulang tersebut merupakan salah satu dari empat pos yang akan dibangun. “Sekarang masih sosialisasi. Mulai tahun depan setiap pelanggaran akan ada tindakan,” tambahnya.

Selain melakukan penertiban dan penindakan, mulai 2014 Rusman mengatakan, pihaknya juga memberlakukan retribusi terhadap angkutan truk tersebut. “Akan kita jadikan sumber pendapatan Kabupaten PALI,” tegasnya.

Di hari pertama sosialisasi ini, Rusman turun langsung memimpin anak buahnya melakukan sosialisasi. Setiap truk pengangkut sawit dan kayu diberhentikan petugas. Satu persatu petugas mendatangi sopir dan memberikan penjelasan.**

 

TEKS / FOTO : INDRA SETIA HARIS

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *