SDN 12 PALI 29 Tahun Tidak Pernah Direhab

Suasana SDN 12 PALI

Suasana SDN 12 PALI

PALI | KS-Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) bahwa fasilitas pendidikan di Kabupaten PALI tertinggal dua dekade (20 tahun-red) ternyata bukan omong kosong. Fasilitas pendidikan di Kabupaten ini betul-betul parah.

Salah satunya SD Negeri 12 Talang Ubi. Sekolah Jalan Benakat Raya Kelurahan Talang Ubi Selatan RW 4 RT 2 ini kondisinya betul-betul memprihatinkan. Plafonnya sudah bolong-bolong dan tripleknya bergelantungan seperti hiasan dekorasi. Padahal sekolah ini terletak di Pusat Pemerintahan Kabupaten PALI.

Belum lagi lantainya yang sudah bolong disana-sini. Sehingga tak ubahnya seperti berlantai tanah. Uniknya, meski  kondisinya begitu, para pelajar tetap melepas sepatu saat memasuki kelas. Tidak hanya itu, hampir setiap jendelanya dipaku dengan kayu tambahan untuk menyanggah kaca jendela.

Menurut Sunarti, Kepala Sekolah SDN 12, kalau saat hujan tiba ruang kelas digenangi air karena atapnya sudah bocor. “Kalau hujan bocor, dek. Jadi anak-anak belajarnya sambil geser-geser biar buku tidak tertimpa hujan,” terangnya.

Sunarti bukan tidak ada inisiatif untuk memperbaiki. Kondisi bangunan yang sudah retak, membuat Sunarti tidak berani membayar tukang untuk memperbaikinya. “Tiang dan dindingnya kan sudah miring dan retak. Kalau dinaiki takutnya nanti malah jadi rubuh,” ujar Sunarti.

Sunarti juga menjelaskan, sekolah ini didirikan sejak tahun 1984. Dan sejak dibangun belum pernah diperbaiki sama sekali oleh pemerintah. “Kalau dihitung sudah 29 tahun belum pernah direhab,” jelasnya.

Lima Kali Ganti Kepala Sekolah

Sunarti mengaku pihaknya sudah lelah mengusulkan perbaikan. “Sudah puluhan kali kami ngusulkan rehab, bayangkan sejak pertama ngusul sampai  sekarang sudah lima kali ganti kepala sekolah, tetap saja tidak diperbaiki,” tambah Imah salah satu guru yang mengajar paling lama disitu.

“Sebenarnya gedung itu mau kami tinggalkan. Karena tidak layak. Tapi kalau ditinggalkan ruangan mana yang cukup untuk sekolah,” tambah Sunarti.

Saat ini SDN 12 Talang Ubi memiliki 219 siswa yang terbagi menjadi 10 kelas. Empat kelas diantaranya menggunakan gedung yang sudah rusak tersebut. Karena satu ruangan kantor digunakan sebagai ruang kelas. Sementara, kantor dipindahkan ke gedung satunya yang kondisinya “agak” lebih baik, meski tetap gelap, kotor dan sesak.

Mirisnya lagi, di sekolah ini para siswa akan dipulangkan bila ada angin yang sedikit kencang. Para guru takut bila dipaksakan tetap sekolah, Karena khawatir siswa akan menjadi korban akibat reruntuhan bangunan. Bahkan para guru juga takut kalau-kalau gedungnya ambruk.

“Kalau hujan deras atau ada angin kencang, anak-anak kita suruh pulang. Takut.  Nanti ada yang celaka. Atap seng nya melayang-layang. Ngeri melihatnya. Terus suara atapnya berisik. Seolah-olah mau rubuh. Pokoknya ngeri.Takutnya pas belajar ambruk. Anak-anak kami bagaimana.” Harapnya,” cerita Sunarti, yang kini berharap, ada kepedulian dari pemerintah untuk memperbaiki sekolahnya.

TEKS / FOTO : INDRA SETIA HARIS

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *