Populeritas Marzuki Alie Diyakini tak Menurun

Marzuki Alie

Marzuki Alie

PALEMBANG, KS-Ketua DPR RI, Marzuki Alie, Selasa (22/10), diperiksa oleh Komisi Pemeriksaan Korupsi (KPK) dengan status sebagai saksi dalam kasus pelaksanaan proyek pembangunan Sport Center Hambalang, Jawa Barat.

Walau pun begitu, DPD Partai Demokrat Sumatera Selatan (Sumsel) yakin, hal tersebut tidak akan mempengaruhi elektabilitas dan populeritas Marzuki di mata masyarakat sebagai salah satu calon presiden (capres) Partai Demokrat. Politisi asal Palembang ini, menjadi salah satu peserta konvensi capres yang digelar partai berlambang segitiga berlian itu.

“Kita yakin, pak Marzuki adalah orang bersih. Ia diperiksa KPK, statusnya sebagai saksi. Karena ia, menjadi calon Ketua Umum Partai Demokrat saat kongres lalu. Kami yakin walau ia diperiksa KPK, itu tidak mempengaruhi elektabilitasnya sebagai capres,” kata Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel, Chairul S Matdiah ketika dibincangi, Rabu (23/10).

Charus menyebut, masyarakat Sumsel sekarang sudah cerdas dalam menilai suatu kasus. Karena itu walau diperiksa KPK, nilai ‘jual’ Marzuki sebagai capes di masyarakat terutama masyarakat Sumsel diyakininnya tidak menurun.

Sebagai kader Demokrat, apakah ia sendiri mengetahui adanya aliran sejumlah uang kepada kader Demokrat saat kongres lalu ?, Chairul enggan menjawabnya. Ia beralasan, itu bukan kewenangannya untuk menjawabnya.  “Sebagai kader, saya harus dia. Sehingga saya tidak bisa memberikan jawaban,” tukasnya.

Sebagai informasi, Marzuki diperiksa KPK terkait penyidikan kasus pelaksanaan proyek pembangunan Sport Center Hambalang, Jawa Barat.  “Saya diminta keterangan selaku ketua DPR untuk tersangka Anas Urbaningrum, selaku anggota DPR atas proyek Hambalang dan lain-lain,” kata Marzuki sebelum masuk ke dalam ruang steril KPK, Jakarta Selatan seperti dikutip okezone.com.

Marzuki mengaku tidak tahu menahu terkait proyek senilai Rp2,5 triliun tersebut. “Saya tidak pernah bersentuhan dengan kasus Hambalang, jadi tidak ada satu dokumen pun, karena saya tidak pernah bersentuhan dengan Hambalang. Ngerti saja saya tidak,” ujar Marzuki.

Namun, Marzuki berpikiran positif. Kedatanganya memenuhi panggilan KPK sebagai bentuk pro aktif dalam rangka pemberantasan korupsi. “Tapi saya berpikir positif dalam rangka pemberantasan korupsi. Sebagai bentuk komitmen saya untuk ikut bersama-sama memberantas korupsi di Republik Indonesia yang kita cintai,” kata Marzuki.

Ketika ditanya apakah mengetahui soal aliran dana ke Kongres Demokrat, Marzuki mengaku pernah mendengar mendengar tapi tidak tertarik untuk menyelidikinya. Sedangkan untuk gratifikasi kepada Anas, mantan sekjen Demokrat itu mengaku tidak tahu.

“Tidak ngerti sama sekali, baru tahu setelah kasusnya di KPK. Saya hanya dengar (aliran dana) tapi tidak minat untuk tahu, tidak minat ngurusi kerjaan orang, Masih banyak kerjaan lain yg bermanfaat,” kata mantan pesaing Anas di Kongres Demokrat itu.

Sebagai informasi, dalam kasus dugaan korupsi pada pelaksanaan proyek pembangunan Sport Center Hambalang, Jawa Barat ini, KPK sebelumnya sudah menahan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Andi Mallarangeng, Kamis (17/10) di tahan oleh KPK. KPK juga menetapkan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum sebagai tersangka dalam kasus ini.

Teks     : Dicky Wahyudi

Editor  : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *