Pemkot Dirikan Pusat Informasi

Ilst.

Ilst.

PALEMBANG, KS-Pasca perhelatan Islamic Solidarty Games (ISG)  ke-III di Palembang belum lama ini,dinilai Wali Kota Palembang, H.Romi Herton menjadi peluang bisnis untuk mendongkrak kunjungan wisata kota tertua di Indonesia ini.

Direncanakan corong informasi potensi wisata yang dimilliki Palembang, akan bergema di kawasan Asia melalui pendirian pusat informasi nantinya. “Palembang sudah seharusnya memiliki gerai khusus di negara-negara Asia, sebagai tempat pusat informasi untuk mempromosikan tempat wisata yang dimiliki,”kata Romi, Rabu (23/10) di Balai Kota Palembang.

Ia mengatakan, ada beberapa negara yang akan menjadi tempat untuk pusat informasi bisnis dan wisata ini yakni di Australia, Singapura, dan Malaysia. “Mungkin akan ada satu petugas yang akan kita tempatkan disana nantinya, sebagai corong untuk mempromosikan potensi wisata yang kita miliki,’ungkapnya.

Adanya pusat informasi ini kata Romi, sebagai terobosan pemkot untuk mendongrkak kunjungan wisata di metropolis. “Ini juga tujuannya agar semakin banyak wisatawan yang datang,”tegasnya.

Untuk menarik wisatawan, baik wistawan domestik maupun manca negara ini sebut Romi, pemkot juga terus memperbaki kawasan wisata di palembang dan menambah fasilitasnya seperti  di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB).  “Kita lihat saja, nanti BKB akan tambah cantik lagi,”jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Palembang, Yanuarpan melalui Kabid Pemasaran Maulida Wahyuni menyebutkan, kunjungan wisata di Palembang saat ISG meningkat dengan perkiraan 40 persen.

Peningkatan ini diakuinya berbeda dibandingkan saat gelaran SEA Games 2011 lalu. Sebab, negara peserta ISG lebih banyak dari SEA Games. “Berapa jumlahnya masih dalam pendataan, kami perlu koordinasi dengan ASITA, PHRI, dan KONI untuk mengetahui angka pastinya,” ungkapnya.

Namun Disbudpar mencatat,  jumlah kunjungan wisatawan di Palembang pertahunnya berubah-ubah. Untuk wisatawan nusantara,  pada tahun 2011 tercatat sebanyak 4 juta orang. Sementara di  2012 sebanyak dua juta orang, dan 2013 belum sampai satu juta.

Sementara untuk wisatawan mancanegara di 2011 tercatat sebanyak 6500 orang, 2012 sebanyak 2749 orang, dan 2013 sebanyak 1480 orang. “Alasan kunjungan rata-rata, untuk kunjungan wisata kuliner dan sejarah di museum,”tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *