Palembang Holding Gantikan SP2J

trans-musi

PALEMBANG, KS-PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), perusahaan daerah milik Pemerintah Kota (pemkot) Palembang yang mengelola berbagai usaha diantaranya BRT Transmusi, kini tengah mengalami kesulitan keuangan.

Bahkan Wali Kota Palembang, Romi Herton cukup dibuat kesal karena walau sudah diguyur dana APBD hingga miliaran rupiah namun keuntungan belum juga didapat bahkan malah defisit. Romi pun bahkan sempat mengancam akan menutup perusahaan tersebut.

Namun kini,  pemkot memiliki rencana baru. Pengelolaan anak-anak perusahaan PT SP2J tersebut bakal diserahkan ke PT Palembang Holding, perusahaan daerah baru yang akan dibentuk oleh pemkot.

“Pendirian PT Palembang Holding ini, pewujudan baru dari PT SP2J yang di wacanakan bakal di tutup lantaran merugi. Selama ini, laporan keuangan anak-anak perusahaan PT SP2J itu disatukan sehingga tumpang tindih, sehingga kita ingin ada perusahaan baru,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota palembang, Ucok Hidayat yang dibincangi, Rabu (23/10).

Ucok menyebut, rencana pendirian PT Palembang Holding ini masih dalam tahap pra proposal. Dalam proposal yang disusun, PT Palembang Holding akan membawahi beberapa perusahaan seperti PT SP2J, PT Palembang Pasar, PT Palembang PDAM, PT Gas Palembang, PT Palembang Power Plan, PT Palembang Parking, PT Real Estate, PT Palembang Property, dan PT Palembang Waste Management.

Namun menurut Ucok, sebelum PT Palembang Holding ini didirikan, pemkot akan berkonsultasi dahulu dengan tim ahli dari Universitas Pajajaran yang diketuai Dr Zulfikri. Tim ahli inilah, nantinya bakal mengkaji dan melakukan masukan serta saran apa saja yang harus disiapkan pemkot untuk pendirian PT Palembang Holding.

“Setelah konsep disepakati, maka akan di konsultasikan dengan wali kota kemudian di diusulkan ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri)  untuk memperoleh izin dan kejelasan status hukum,” ucapnya.

Karyawan Diminta Bersabar

Sementara itu, Wali Kota Palembang, Romi Herton menghimbau karyawan PT SP2J bersabar terkait dengan masih belum stabilnya kondisi keuangan perusahaan daerah tersebut.  “Saya minta karyawan tetap bersabar, menunggu penyelesaian pemeriksaan yang kini sedang berlangsung,”kata Romi yang dibincangi usai menggelar pertemuan dengna komisaris utama dan direksi PT SP2J, kemarin.

Ia menyebut, saat ini keuangan PT SP2J tengah di audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sumsel. Romi mengatakan, pemkot tetap berkomitmen mempertahankan SP2J dan mempekerjakan karyawan yang ada. “Namun, semua itu masih menunggu hasil pemeriksaan BPK dan inspektorat. Satu bulan ini,  audit itu bisa selesai,”ucapnya seraya meminta selama

proses audit dilakukan, karyawan PT SP2J untuk tetap bekerja seperti biasa.

Terkait dengan pembayaran gaji, yang baru dibayarkan 25 persen ?, Romi berjanji segera mencarikan solusinya. “Kita akan carikan solusinya, namun pembayaran gaji karyawan itu sepenuhnya tanggungjawab PT SP2J. Pemkot hanya berperan menyutikkan dana untuk investasi, meningkatkan dan memperluas kegiatan usaha perusahaan,” tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *