Kejari Usut Pupuk Bersubsidi

Pupuk Bersubsidi -  yang baru diturunkan dari Kontainer. di Dermaga Boom Baru, Palembang. Pupuk bersubsidi tersebut akan di kirim ke Kabupaten Seluruh Sumatera Selatan .  Foto : Iwan Cheristian

Pupuk Bersubsidi – yang baru diturunkan dari Kontainer. di Dermaga Boom Baru, Palembang. Pupuk bersubsidi tersebut akan di kirim ke Kabupaten Seluruh Sumatera Selatan . Foto : Iwan Cheristian

PAGARALAM, KS—Kejaksaan Negeri (Kejari), Kota Pagaralam, mulai mengusut dugaan penyimpangan penjualan pupuk bersubsidi untuk kebutuhan petani di Bumi Besemah ini. Saat ini, proses pengusutan sudah masuk dalam tingkat penyidikan.

Hal itu dikemukakan Kepala Kejaksaan Neger (Kajari) Kota Pagaralam,  Ranu Indra SH MH melalui Kasi Pidsus, Hafid SH. MH didampingi Kasi Intel Een, SH, Rabu (23/10).

Menurut Hafid, pihaknya tengah melakukan pengusutan kasus dugaan penyelewengan pupuk bersubsidi. Sejauh ini, prosesnya sudah masuk ke tingkat penyelidikan, mengingat ada bebarapa saksi sudah dilakukan pemeriksaan mulai dari distributor maupun dua perusahaan yang diberikan wewenang untuk menyuplai kegiatan dimaksud, diantaranya perusahaan PT Ayik Lematang dan PT Petani.

“Kedua perusahaan ini menjadi mitra pemerintah dalam menyulurkan pupuk bersubsidi kepada distributor di Kota Pagaralam,” sebutnya.

Ia mengatakan, terungkapnya kasus penyelewengan ini setelah adanya sejumlah petani mengeluh tidak dapat jatah pupuk bahkan kerap terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi di pasaran.

“Diduga ada permainan yang sudah terorganisir  antara pihak penyuplai dan dengan distributor. Sehingga banyaknya aturan yang diterapkan agar petani sulit membeli.  Sementara disisi lain, kesepatan ini digunakan distributor untuk menjual pupuk kepada pihak lain termasuk perusahaan tertentu,” kata Hafid.

Kalau tingkat pengecer, kata dia, tidak bisa disalahkan, karena mereka langsung menerima dari distributor untuk disalurkan kepada petani. Sehingga dampak ini sering dialami petani, bahkan kesulitan untuk mendapatkan pupuk.

“Dapat dibayangkan jumlah kebutuhan pupuk para petani di Pagaralam, bisa mencapai 1.000 ton lebih. Sementara realisasi dilapangan hanya beberapa persen saja bisa disalurkan kepada petani. Sedangkan sisanya justru dijual kepada pihak tertentu diluar prosedur pendistribusiaan,” bebernya.

Ia mengatakan, pihaknya menduga  ada permainan antara distributor dan dinas terkait untuk membatasi penyuplain pupuk bersubsidi. Apalagi ada indikasi membuat kelompok tani fiktif disejumlah tempat agar penyalurannya tidak tepat sasaran.

“Saat ini ada beberapa faktor yang menjadi fokus pemeriksaan seperti dua distributor dan agen termasuk kemungkinan keterlibatan dinas terkait. Pastinya, kita sudah membidik calon tersangka yang terlibat dalam penyalahgunaan atau korupsi penyaluran pupuk bersubsidi,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hultikultura, Jumaldi Jani SP MM mengatakan, memang semua sudah dipanggil untuk diperiksa Kejari seperti Distributor, dan pejabat penanggungjawan penyuplaian pupuk.

“Memang kita sudah dipanggil untuk diperiksa terkait adanya penyimpangan ini.  Diduga kuat dilakukan pihak distributor dan tidak ada sangkutan dengan Dinas Tanaman Pangan Hultikultura. Semua itu menjadi tanggungjawab distributor, karena mereka yang menyalurkan pupuk,” kata Jumaldi seraya mengatakan pihak dinas hanya sebatas mengawasi saja.

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *