Kecewa, Ahli Waris Gali Makam Sendiri

Beberapa warga sedang menggali makam keluarganya karena kecewa dengan panitia.

Beberapa warga sedang menggali makam keluarganya karena kecewa dengan panitia.

MUARAENIM I KS-Terkait kegiatan PT Bukit Asam (PT BA), dalam melakukan pemindahan seluruh makam warga yang ada di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Atas Dapur Kelurahan Pasar Tanjung Enim ke lokasi baru di Bangko Barat, sejumlah ahli waris mengaku kesal dengan Panitia Pemindahan Makam PTBA.

Menurut mereka, panitia tidak berlaku adil dalam melayani para ahli waris tersebut.

Salah seorang ahli waris yang sedang menanti kuburan orang tuannya di bongkar, Sumarni mengatakan, dirinya sudah tiga hari ini berada di Tanjung Enim. Sebelum bertolak dari kota Palembang dirinya mendapat kabar dari salah seorang panitia yang menyuruh untuk hadir ke lokasi makam karena makam orang tuanya akan segera di bongkar.

“Setelah mendapat informasi, saya bersama para kerabat berangkat menuju Kota Tanjung Enim untuk menyaksikan makam orang tuanya itu dibongkar. Namun apa yang terjadi, setelah sampai di lokasi makam dirinya hanya bisa gigit jari, karena makam orang tuannya tidak jadi dibongkar saat itu juga,” keluhnya.

Ia menambahkan, alasan panitia saat itu karena alat berat untuk membongkar makam sedang melakukan penggalian makam di blok lain, dan akan dijanjikan keesok harinya. Janji-janji ini disampaikan panitia kepadanya hingga hari ke tiga tepatnya pada hari Rabu (23/10).

“Karena belum dilayani oleh panitia, saya dan kerabat memutuskan untuk menggali makam orang tuanya sendiri. Kami kesal dengan panitia, mereka tidak adil dalam melayani kami. Entah mengapa alasannya Panitia mendahulukan membongkar kuburan orang lain. Mungkin saja mereka mendahulukan yang dirasa kenal atau masih ada hubungan family. Padahal kami ini jauh-jauh datang dari kota Palembang,” kata Sumarni dengan nada kesal.

Senada dituturkan ahli waris lainnya, Mulyono, warga Kota Tanjung Enim mengatakan, selain panitia pilih kasih dalam melakukan pembongkaran makam, dia juga menyesalkan dengan tidak tersedianya peti jenazah. Ketika di konfirmasikan, panitia dengan entengnya menjawab bahwa peti jenazah sudah habis.

“Kami berharap kepada PT BA untuk menegur dan mengawasi benar proses pembongkaran makam ini. Pada awal pembongkaran waktu itu bagus dan berjalan baik, semua kebutuhan untuk mengurus jenazah selalu cukup dan dilayani dengan baik. Tapi entah kok sekarang ini pelayanannya tidak bagus dan terlihat hanya mengambil gaji buta saja mereka. Dan itu bisa kita lihat, malahan lebih banyak  ahli waris yang bekerja dari pada para petugas dari panitia,” ungkap Mulyono dengan nada kesal.

Teks : SISWANTO

Editor : Junaedi Abdillah




5 thoughts on “Kecewa, Ahli Waris Gali Makam Sendiri

  1. Tommy Kniest

    Untuk Peti Jenasah ada alasan bahwa kehabisan tetapi panitia telah mengatahui jumlah makam yang ada sebanyak 5500 kenapa sampai habis harusnya persiapkan secara profisional jangan melukai perasaan orang lain saya putra tanjung enim Tommy Kniest bahwa yg dimakam disana adalah berjasa bukan asal di makamkan saja

    Reply
  2. Tommy Kniest

    Atas Dapur Dahulu desa yg hidup thn 1960 sudah ada Bioskop , Rumah Sakit , Masjid Besar , Lapangan Bola , PDAM kenapa sekarang menjadi …………. Sedih rasa melihat Desa tsb

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *