Awas, Pestisida Oplosan dan Ilegal

ILst. Pestisida

ILst. Pestisida

PAGARALAM, KS—Maraknya peredaran merk pestisida ilegal dipasaran, hingga menarik reaksi Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kota Pagaralam kroscek ke sejumlah toko penjual pupuk dan pestisida yang ada.

Pengawasan rutin ini dilakukakn guna menekan angka peredaran ribuan merek pestisida, berkerjasama dengan Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kota Pagaralam.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kota Pagaralam, Jumaldi Jani SP MM, didampingi Kabid PLA dan Sarana dan Prasarana Rahmawati  SP, melalui Kasi Pupuk dan Pestisida Erizon SP mengungkapkan, saat ini pihaknya tetap melakukan pengawasan dengan melakukan pendataan langsung ke lapangan.

“Sesuai dengan petunjuk dari Direktorat Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian, ada sekitar 2.048 merk pestisida resmi atau legal diperdagangkan di pasaran. Di Kota Pagaralam sangat banyak merek pestisida yang dijual.  Meski begitu, perlu dilakukan pengawasan ketat, agar produk ilegal ataupun oplosan tidak bebas diperjualbelikan,” sebutnya

Ia mengatakan, jika mencermati kondisi saat ini, pihaknya mengimbau kepada seluruh pedagang (toko pupuk dan pestisida- red) atau petani untuk selektif memilih produk pestisida atau racun hama, seperti insektisida dan fungisida.

Apalagi, sambung Jani, merknya merupakan produk baru dikenal dan mesti lebih  teliti lagi.

Menurutnya, untuk lebih detail mengetahui berapa banyak merek yang beredar atau yang paling diminati atau digunakan, pihaknya telah menyebar blangko pendataan yang diberikan langsung kepada pemilik toko. Selanjutnya, akan direkap merek pestisida yang diperdagangkan.

“Sejauh ini, kita belum mendapati laporan dari pemilik toko atau petani terkait pestisida ilegal ataupun yang oplosan beredar di pasaran,” katanya.

Sementara itu, Sarifudin, salah satu pengecer pupuk dan pestisida mengaku, di tokonya cukup banyak merek pestisida yang dijual. Namun, ia mengatakan tetap selektif dalam hal memilih produk atau merek pestisida yang dijual.

“Biasanya, jika ada produk baru yang ditawarkan ke toko terlebih dahulu ditanya produksi pabrikan mana dan izin dagangnya resmi atau ilegal. Ya harus selektif, kita lihat dulu produksi pabrikan mana. Kita juga menjual pestisida yang memang dikenal atau yang sering digunakan petani. Selain itu, petani untuk selektif dan mencermati pestisida sebelum dibeli dan melapor jika ada temuan merek oplosan,” singkatnya.

Teks: Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah

PAGARALAM, KS—Maraknya peredaran merk pestisida ilegal dipasaran, hingga menarik reaksi Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kota Pagaralam kroscek ke sejumlah toko penjual pupuk dan pestisida yang ada.

 

Pengawasan rutin ini dilakukakn guna menekan angka peredaran ribuan merek pestisida, berkerjasama dengan Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kota Pagaralam.

 

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kota Pagaralam, Jumaldi Jani SP MM, didampingi Kabid PLA dan Sarana dan Prasarana Rahmawati  SP, melalui Kasi Pupuk dan Pestisida Erizon SP mengungkapkan, saat ini pihaknya tetap melakukan pengawasan dengan melakukan pendataan langsung ke lapangan.

 

“Sesuai dengan petunjuk dari Direktorat Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian, ada sekitar 2.048 merk pestisida resmi atau legal diperdagangkan di pasaran. Di Kota Pagaralam sangat banyak merek pestisida yang dijual.  Meski begitu, perlu dilakukan pengawasan ketat, agar produk ilegal ataupun oplosan tidak bebas diperjualbelikan,” sebutnya

 

Ia mengatakan, jika mencermati kondisi saat ini, pihaknya mengimbau kepada seluruh pedagang (toko pupuk dan pestisida- red) atau petani untuk selektif memilih produk pestisida atau racun hama, seperti insektisida dan fungisida.

 

Apalagi, sambung Jani, merknya merupakan produk baru dikenal dan mesti lebih  teliti lagi.

 

Menurutnya, untuk lebih detail mengetahui berapa banyak merek yang beredar atau yang paling diminati atau digunakan, pihaknya telah menyebar blangko pendataan yang diberikan langsung kepada pemilik toko. Selanjutnya, akan direkap merek pestisida yang diperdagangkan.    

 

“Sejauh ini, kita belum mendapati laporan dari pemilik toko atau petani terkait pestisida ilegal ataupun yang oplosan beredar di pasaran,” katanya.

 

Sementara itu, Sarifudin, salah satu pengecer pupuk dan pestisida mengaku, di tokonya cukup banyak merek pestisida yang dijual. Namun, ia mengatakan tetap selektif dalam hal memilih produk atau merek pestisida yang dijual.

 

“Biasanya, jika ada produk baru yang ditawarkan ke toko terlebih dahulu ditanya produksi pabrikan mana dan izin dagangnya resmi atau ilegal. Ya harus selektif, kita lihat dulu produksi pabrikan mana. Kita juga menjual pestisida yang memang dikenal atau yang sering digunakan petani. Selain itu, petani untuk selektif dan mencermati pestisida sebelum dibeli dan melapor jika ada temuan merek oplosan,” singkatnya.

 

Teks: Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *