Warga Desa Kepur Minta Penghitungan Suara Ulang

pilkadesMUARAENIM I KS-Puluhan pendukung salah satu kandidat calon Kepala Desa (Kades) Kepur, Kecamatan Kota Muaraenim, Zakia, mendatangi Kantor Pemkab Muaraenim, Selasa (22/10), untuk bertemu Bupati Muaraenim Ir. H. Muzakir Sai Sohar.

Mereka meminta agar Bupati mengizinkan atau memerintahkan untuk diadakan penghitungan suara ulang, karena penghitungan suara sebelumnya mereka duga sarat dengan kecurangan.

Sebelumnya, pada Senin (23/9) lalu, telah dilakukan pemilihan Kepala Desa Kepur, Kecamatan Kota Muaraenim yang diikuti oleh tiga orang kandidat. Mereka adalah kandidat nomor satu atas nama Sumardi, No 2, Zakia dan No 3, Sukimi.

Setelah dilakukan penghitungan suara, kandidat nomor satu, Sumardi memperoleh sebanyak 632 suara, no urut dua, Zakia sebanyak 624 suara dan kandidat no tiga, Sukimi sebanyak 544 suara.

Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 2142, sementara yang menggunakan hak pilih 1816 suara, absten sebanyak 322 suara dan surat suara yang rusak sebanyak 19 orang. Dalam hal ini, Zakia, mengalami  kekalahan sebanyak delapan suara.

Kehadiran puluhan pendukung Zakia di halaman Pemkab Muaraenim langsung di terima oleh Bupati Muaraenim, Ir. H. Muzakiri Sai Sohar,  didampingi Kepala Badan Pemerintahan Masyarakat Desa (BPMD), Muaraenim, Fajri Erham serta Camat Muaraenim, Maizal Kasran.

Dikatakan Zakiah kehadirannya bersama para pendukungnya ke halaman pemkab Muaraenim dikarenakan setelah melakukan pemilihan kepala desa beberapa waktu lalu, ditemukan kejanggalan-kejanggalan dalam proses pemilihan kades tersebut. Oleh karena itu, pihaknya meminta penghitungan kotak suara ulang.

“Setelah di lakukan pemilihan, kami menemukan beberapa indikasi kejangalan-kejanggalan dalam proses pemilihan kades dan ini kami peroleh setelah beberapa hari setelah pemilihan itu di lakukan,” ucap Zakia dihadapan Bupati.

Adapun indikasi kecurangan yang terjadi, terang Zakia, dalam proses pemilihan kades tersebut antara lain ada warga yang mendapatkan undangan pencoblosan double, pemberian surat suara double dan penduduk yang sudah pindah dari Desa Kepur tetap ikut mencoblos.

“Tak hanya itu, ada warga yang sudah meninggal selama dua tahun pun tetap ikut mencoblos, serta penduduk yang belum sah menjadi warga Desa Kepur  ikut juga mencoblos. Berdasarkan temuan-temuan itulah kami minta untuk di lakukan penghitungan kotak suara ulang,” tuturnya.

Tak hanya itu saja, lanjut Zakia, pihaknya juga sudah mencoba berkoordinasi dengan Komisi I DPRD Muaraenim,namun juga tak mendapat titik terang. Mereka semakin kaget, saat tuntutan mereka belum mendapat solusi, pihaknya mendengar pelantikan kades akan di lakukan pada 23 Oktober (hari ini.Red) . Namun, anggota DPRD menjamin tak akan ada pelantikan pada 23 oktober ini.

“Kami kecewa sama pak Camat, dan Pemdes. Kami merasa di bohongi, kami bukan ngotot untuk menang ataupun tak menerima kekalahan, tapi kami hanya mau ketransparanan terhadap hasil pemilihan kades yang lalu. Kami bingung mau ngadu kemana lagi, ke camat kami di bohongi, ke pemdes kami di bohongi, ke komisi I DPRD selaku wakil suara kami juga merasa di bohongi. Makanya satu-satu caranya kami minta keadilan adalah menemui bapak bupati,” tuturnya.

Camat Muaraenim, Maizal Kasran membenarkan bahwa dirinya telah menerima laporan dan protes dari calon kades kepur, Zakia. ” Beberapa waktu yang lalu kita memang memenerima surat protes /pengaduan dari Zakia, setelah itu kita berkoordinasi dengan pihak BPD dan panitia pemilihan kades, memang rencananya akan di lakukan penghitungan suara ulang. Namun setelah kami berkoordinasi, pihak Panitia menolak untuk di hitung ulang. Jadi tuntutan kami tolak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPMD Muaraenim, Fajri Erham, saat ini pihaknya telah mendapatkan surat keputusan untuk melaksanakan pelantikan Kades Kepur. “Dan pelantikan akan di laksanakan langsung oleh bapak bupati pada tanggal 23 Oktober ini,” katanya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Bupati Muaraenim, Ir. H. Muzakir Sai Sohar mengatakan sistem demokrasi harus ditegakkan dalam masyarakat, begitu juga dalam pemilihan kades. Namun dalam hal ini pada saat pemilihan itukan sudah dihitung, sudah melalui tahapan-tahapan sesuai mekanisme dan berlangsung secara tertib dan aman.

Setiap kandidat juga sudah menanda tangani berita acara,sesuai dengan mekanismenya.dan kalau sudah di tanda tanganikan artinya semuanya sudah sepakat tanpa ada kendala dan masalah.

Teks : SISWANTO

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *