SFC Berasan Boaz

Boaz Salosa

Boaz Salosa

PALEMBANG KS-Manajemen Sriwijaya FC sepertinya sagat serius memersiapkan skuad musim depan. Satu striker yakni Boaz Theofilius Erwin Solossa alias Bochi agaknya tengah menjadi bidikan utama, agar dapat memperkuat lini depan Laskar Wong Kito (julukan SFC).

Muchendi Mahzareki Asisten Manajer SFC menyebutkan, bahwa pihaknya tengah menjalin komunikasi dengan salah satu top skor di Indonesia Super League (ISL). Kendati enggan menyebutkan namanya secara pasti, tapi dinyatakan striker ini adalah pemain lokal.

“Kita tidak bisa menyebutkan namanya sebab pemain ini belum deal. Kemudian, tidak etis juga kita ungkapkan sekarang sebab dia juga masih terikat kontrak dengan klub lamanya,” ucap Muchendi.

Ia berkata, dari kriteria yang disebutkan itu, jelas tidak terlalu sulit menentukan nama striker lokal yang dimaksud. Sebab hanya sedikit pemain lokal yang masuk dalam jajaran top skor di ISL. Bisa jadi pemain yang sedang bernegosiasi dengan SFC itu adalah Bochi, top skor ISL yang mengemas 25 gol selama musim 2012/2013.

Selain Bochi tidak ada lagi pemain lokal lainnya yang masuk dalam jajaran 10 top skor di ISL. Pencetak gol terbanyak ke-2 sampai ke-10, semuanya dihuni oleh stiker-striker asing maupun naturalisasi. Mulai dari Djibril Coulibalu (Mali, 21 gol), Sergio van Dijk (Naturalisasi, 21 gol), Lancine Kone (Pantai Gading, 19 gol), Cristian Gonzales (naturalisasi, 18 gol), Ndiaye Pape Latyr (Senegal, 18 gol), James Koko Lomel (Liberia, 17 gol), Cristian Gaston Castano (Argentina, 16 gol), Osas Marvelous (Nigeria, 16 gol) dan Alberto Goncalves (Brasil, 15 gol).

“Sejauh ini kita masih dalam tahap proses komunikasi. Pastinya yang akan kita rekrut nanti adalah pemain-pemain terbaik, sesuai dengan rekomendasi pelatih (Subangkit),” ujar Bung Endi, begitu ia bisa disapa.

Lanjutnya, dalam perekrutan pemain-pemain anyar itu SFC selalu melakukan komunikasi intens, kendati Head Coach Subangkit masih berada di kampung halamannya, Pasuruan, Jawa Timur. Bisa dibilang tugas pemilihan pemain ini dipegang oleh Subangkit, yang menentukan pemain-pemain pilihannya, sedangkan manajemen hanya sebagai eksekotor akhir untuk melakukan ikatan pra kontrak.

“Kita selalu diminta oleh Mas Subangkit untuk menelpon lagi pemain incaran, untuk lebih menyakinkan pemain tersebut,” ungkapnya.

Teks:Jadid Ulul Albab

Editor:Rinaldi Syahril




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *