PKB Tuding Ada Penggelembungan DPT

pkb

PALEMBANG, KS-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel), telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) Sumsel untuk pemilihan umum legislatif (pileg) 2014 mendatang. Dalam DPT tersebut, jumlah pemilih mencapai 5,7 juta jiwa.

Jumlah pemilih dalam DPT ini, menurun jika dibandingkan dengan DPT dalam pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Sumatera Selatan, 6 Juni lalu yang mencapai  5,8 juta pemilih.

Namun menurut Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumsel, Ramlan Holdan, tidak semua kabupaten dan kota yang DPT nya mengalami penurunan. Ada kabupaten dan kota ditudingnya, yang justru melakukan penggelembungan mata pilih. Tujuannya, untuk mendongkar jumlah kursi dari daerah pemilihan (dapil) tersebut.

“Kita mensinyalir, ada permainan dalam penetapan DPT Ini. Ada kabupaten dan kota, yang sengaja mendongkrak mata pilihnya,”kata Ramlan ketika dibincangi di Sekretariat DPW PKB Sumsel, Selasa (22/10).

Kabupaten dan kota mana yang dimaksud, Ramlan enggan menyebutkannya. Namun sebut Ramlan, PKB tidak terlalu merisaukan itu. Sebab disisi lain, itu juga menguntungkan PKB. “Dengan bertambahnya mata pilih tersebut, artinya peluang calon anggota legislatif (caleg) kita untuk merebut kursi dewan lebih besar. Tetapi kalau mau lebih jujur, harusnya itu dilakukan,” ucapnya.

Ramlan menambahkan, PKB sendiri di Sumsel menargetkan setiap dapil bisa merebut satu kursi atau 13 persen perolehan suara. Sementara secara nasional, di targetkan bisa meraup 20 persen suara.

Target ini menurutnya realistis, sebab saat ini PKB secara internal sudah solid. Tidak ada faksi-faksi dalam tubuh PKB, seperti yang terjadi di pileg 2009. Selain itu, jika di pemilu  2009 ada empat partai yang mengklaim sebagai ‘anak kandung’ Nahdlatul Ulama  (NU). Kini hanya PKB, yang menjadi sarana politik bagi warga NU.

Selain itu bebernya, PKB sambungnya juga memperkuat massa kultur PKB yakni warga NU, kemudian penguatan struktur partai hingga ke tingkat anak ranting. “Saat ini, penguatan internal tersebut sudah mencapai 60 persen. Kita yakin bisa merebut 13 persen suara di Sumsel, saat pileg nanti. Di Sumsel sendiri, ada beberapa basis kita seperti di OKI, OKU Timur, Muba, OI, dan Banyuasin,” ujarnya.

PKB juga sambungnya, akan memperkuat saksi untuk mengawal perolehan suara. “DPP mengintruksikan setiap tempat pemungutan suara (TPS), ada 2 saksi. Artinya dengan sekitar 18 ribu TPS di Sumsel, maka ada 36 ribu saksi yang kita persiapkan. Caleg kita pun, di intruksikan untuk turun ke konstituennya masing-masing. Mereka hanya boleh tidur dua jam sehari, selebihnya harus turun ke bawah,” tukasnya.

Teks     : Dicky Wahyudi
Editor  : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *