Penunggak Pajak Bakal Dibikin Malu

Ilst. Pajak

Ilst. Pajakk

PALEMBANG, KS-Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Palembang, akan membikin malu wajib pajak (WP) yang menunggak membayarkan kewajibannya tersebut. Caranya, dengan memasang spanduk yang berisikan tulisan kalau pemilik bangunan yang dipasang spanduk itu, menunggak pajak.

Rencana ini menurut Kepala Bidang (Kabid) PBB dan BPHTB,  Dispenda Kota Palembang, Oktoriyanis Mahmud, akan segera direalisasikan. Untuk tahap awal jelas Oktoriyanis, Dispenda sudah menyiapkan 50 spanduk untuk dipasang kepada WP nakal.

“Pertengahan November ini, akan kita realisasikan. Namun mereka, akan diberikan peringatan tertulis lebih dahulu. Jika sampai surat peringatan (SP) 3, tunggakan pajaknya belum juga dibayarkan maka baru kita pasang spanduk,” ungkap Oktoriyanis ketika dibincangi, Selasa (22/10) di ruang kerjanya.

“SP yang kita berikan, deadline waktunya satu minggu. Artinya, dari SP 1 ke SP3, ada waktu tiga minggu bagi WP untuk melunasi kewajibannya. Jika masih membandel, barulah kita lakukan penindakan.  Ini kita lakukan, untuk memberikan shock therapy kepada WP yang menunggak,” sambungnya.

Dia menerangkan, pemasangan spanduk penunggak pajak itu di prioritaskan bagi WP potensial. Misalnya pemilik bangunan yang mampu membayar, namun menunggak. “Berdasarkan rekapitulasi kami, hingga September jumlah WP yang menunggak sebanyak 109.312 WP. Sementara untuk total wajib pajak, berjumlah 274.062,”urainya.

Oktoriyanis menambahkan, perbandingan jumlah WP bangunan rumah dan perusahaan di Kota Palembang hampir seimbang. Namun, untuk perumahan di dominasi oleh rumah-rumah besar dan mewah.

Oktoriyanis menegaskan, spanduk tersebut baru dapat diturunkan jika WP bersangkutan telah melunasi semua pajaknya. Ada beberapa WP yang menunggak mulai tahun 2006 lalu, sementara tunggakan terbesar WP berkisar Rp100 juta.

“Dengan adanya aturan baru tersebut, kami harapkan, agar para WP dapat lebih pro aktif untuk membayar pajak. Penerapan tersebut, diupayakan dapat mencapai target 100 persen,”bebernya

Pemasangan spanduk seperti ini sambungnya, pernah dijalankan oleh Dispenda pada 1990 lalu. Waktu itu, cukup berhasil untuk menekan WP yang menunggak pajak. “Karenanya pola ini, akan kita terapkan lagi. Apalagi saat ini, realisasi pajak hingga minggu ketiga Oktober baru Rp74,9 miliar atau 89,67 persen, dari target Rp 83.562.750.000.000. Namun kami tetap optimis, bisa memenuhi target tersebut,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga menerangkan kalau pencapaian pajak bumi bangunan (PBB) di  16 kecamatan, saat ini juga cukup baik. Hanya Kecamatan Sematang Borang, yang baru mencapai target 55,43 persen. Sementara yang mencapai 80 persen Kecamatan Ilir Timur (IT) I.

“Nanti akan di evaluasi kecamatan yang persentasenya rendah. Kita tidak bisa menilainya dari satu sisi, misalnya karena pihak kecamatan yang tidak aktif. Bisa saja karena perekonomian yang rendah di sana,”tukasnya

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *