Pengedar Narkoba Ditangkap Depan Bank BRI

ilustrasi-borgol

MUARAENIM I KS-Fahrozi alias Afek bin Amir Hamzah (32), warga Jalan Enim belakang Gedung Kesenian, Kelurahan Tungkal Kecamatan Muaraenim, ditangkap anggota Satuan Reserse (Satres) Narkoba saat berada di Jalan Sudirman, depan BRI, Senin (21/10), sekitar pukul 20.30 WIB.

Penangkapan pelaku yang menjadi target operasi (TO) sejak berapa bulan terakhir ini.  Saat dilakukan. Pengeledahan di bawah jok sepeda motor Vario ditemukan  kotak rokok yang berisi barang  bukti,shabu-shabu satu paket  seberat 1,06 gram, dua paket kecil masing-masing   0,50 gram, ditaksir senilai 2 juta lebih.

Informasi yang dihimpun, penangkapan bermula dari informasi warga yang mengendus  jika pelaku sebagai pengedar narkoba. Lalu  ditindaklanjuti oleh petugas dengan melakukan penyelidikan.

Benar saja petugas mendapati pelaku yang berada di jalan Sudirman tepatnya depan Kantor BRI unit Muaraenim. Dalam penggeledahan tersebut,  petugas mendapati sebungkus kotak rokok, lalu petugas memeriksa isinya, ternyata terdapat tiga paket shabu ukuran sedang dan dua paket kecil yang nilainya dua juta lebih.

Barang bukti narkoba ditemukan di dalam jok sepeda motor Vario tanpa nomor Polisi milik pelaku. Berdasarkan barang bukti Itu lah petugas menggelandangnya ke Polres Muaraenim  untuk diprosess lebih lanjut. Dari pengakuan pelaku, kalau dia mengelak kalau barang bukti shabu-shabu adalah milikknya. “Aku tidak tahu, sabu-sabu di dalam motor.  Bukan punya aku,” bantahnya.

Bahkan dia merasa kalau dirinya telah dijebak seseoraang yang meletakan saabu-saabu ke dalaam jok  sepeda motornya. “Aku merasa dijebak, sebab shabu-shabu mungkin orang lain yang meletakannya di motor aku,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Muaraenim  AKBP Mohamad Aris melalui Kasat Res Narkoba Iptu Tony Apriyanto, Selasa (22/10), sekitar pukul 09.30. WIB, membenarkan, telah mengamankan pelaku yang merupakan TO sejak berapa bulan terakhir.

“Pelaku kita tangkap di Jalan Sudirman depan BRI Unit Muaraenim, saat kita geledah di bawah jok sepeda motornya, ditemukan sebanyak tiga paket shabu-shabu ukuran sedang dan dua paket kecil, senilai dua juta lebih. Kita menduga, kalau pelaku adalah kaki atau pengedar narkoba.  Pelaku juga merupakan resedivis narkoba tahun 2008, di lapas muara enim,” tegas Tony .

Pelaku kata Tony akan dikenakan,  Undang- Undang 35 Tahun 2009 pasal 114 dan 112,terkait kepemilikan, menguasai, narkoba jenis shabu-shabu dengan ancaman minimal lima tahuun penjara. “Apa menguasai,dan memiilik jenis sabu, ancaman, minimal 5 tahun penjara,” ungkap Tony.

Teks : SISWANTO

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *