Warga dan LSM Akan Stop Truk Batubara

 

uasana pertemuan antara perwakilan warga Desa Kepur dan Tanjung Serian dengan LSM PPPME.

uasana pertemuan antara perwakilan warga Desa Kepur dan Tanjung Serian dengan LSM PPPME.

MUARAENIM I KS-Makin maraknya truk angkutan batubara yang melintas disepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), wilayah Kecamatan Kota Muaraenim, membuat warga semakin kesal.

Dampak yang ditimbulkan dari truk batubara tersebut, selain banyaknya jalan yang rusak serta bertebarannya debu batubara, juga telah banyak korban jiwa akibat ulah sopir truk batubara yang berkendara ugal-ugalan.

“Kita semakin kecewa dengan semakin ramainya truk batubara melintas dijalinsum. Oleh karena itu, kita bersama warga yang lain dan LSM akan melakukan aksi penyetopan truk angkutan batubara,” tutur Reza (35), salah seorang perwakilan warga Desa Kepur, Kecamatan Kota Muaraenim saat pertemuan dengan beberapa perwakilan warga dan LSM, Senin (21/10).

Aksi ini, kata Reza, merupakan wujud kekecewaan warga kepada pemerintah dan instansi terkait yang tetap membiarkan truk angkutan batubara semakin bebas melintas di jalinsum. Maraknya truk batubara melintas ini tidak ada untung atau manfaatnya yang diterima oleh warga,  akibatnya kemarahan warga semakin memuncak.

“Kita masih menunggu sampai aksi itu dilaksanakan oleh LSM PPPME dan kita akan bergabung nantinya. Kita berharap, aksi ini dapat menggugah pemerintah untuk tidak lagi mengizinkan truk batubara melintas di jalinsum,” kata dia.

Sementara itu, Ketua LSM, Pers Pemantau Pembangunan Muara Enim (LSM PPPME), Hijazi, mengatakan nantinya ada sekitar 50 massa yang akan dikerahkan. Aksi ini merupakan gabungan dari LSM PPPME dengan Pemuda Desa  Kepur dan Desa Tanjung Serian. Akis penyetopan truk batubara ini, merupakan aksi damai menolak angkutan batubara melintas di jalan umum.

“Rencananya aksi ini kita lakukan pukul 18.00 WIB, kemarin (21/10). Namun rencana itu terpaksa ditunda karena setelah berkoordinasi dengan Muspida, pihak kepolisian meminta tenggat waktu tiga hari setelah pemberitahuan disampaikan. Kita sudah siap melakukan aksi penyetopan batubara, mulai dari surat menyurat telah disampaikan hari ini(kemaren, red) ke Bupati Muaraenim, Ketua DPRD Muaraenim, Kapolres Muaraenim dan Dandim 0404 Gapo Muaraenim,” tutur Hijazi.

Dikatakan Hijazi, rencana aksi penyetopan angkutan batubara tersebut merupakan tindaklanjut adanya keluhan masyarakat atas kian maraknya angkutan batubara yang melintas di Kota Muaraenim saat ini. Bahkan, kata dia, mencapai ratusan unit truk per harinya.

“Kita sudah koordinasi dengan berbagai pihak. Setelah berkoordinasi dengan Wakapolres Muaraenim, Kompol Hans Rahmatullah Irawan meminta agar aksi dapat dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku minimal tiga hari setelah pemberitahuan. Kita akan tetap patuhi aturan itu, kita tunggu sampai tiga hari ke depan,” pungkas Hijazi.

Teks : SISWANTO

Editor : Junaedi Abdillah

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *