Sumsel Miliki Laboratorium Geothermal

Karyawan Sucofindo memperlihatkan alat  laboratorium Geothermal (Panas Bumi)  usai  peresmian laboratorium  geotherman sucofindo di Palembang, Senin (2110). Foto Iwan

Karyawan Sucofindo memperlihatkan alat laboratorium Geothermal (Panas Bumi) usai peresmian laboratorium geotherman sucofindo di Palembang, Senin (2110). Foto Iwan

PALEMBANG, KS-Sumatera Selatan (Sumsel), kini memiliki labortorium geothermal. Labortorium ini, berada di Graha Sucofindo di Jalan Jend Sudirman, Palembang. Labortorium tersebut, Senin (21/10), diresmikan operasionalnya oleh Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin.

“Sumsel wajar memiliki labortorium ini, karena potensi geotermal di Sumsel sangat besar. Sumsel memiliki 28 persen cadangan gheotermal dunia, dan 40-42 persen cadangan gheotermal di Indonesia,” kata Alex yang dibincangi usai meresmikan labortorium geothermal tersebut, kemarin.

Ia berharap, dengan adanya labortorium tersebut maka potensi geotermal di Sumsel bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Sumsel. “Semestinya, labortorium ini sudah lama berdiri,” ujarnya.

Sementara itu Direktur Komersil 2 PT Sucofindo, Sufrin Hanan menambahkan, kebutuhan energi semakin meningkat dengan semakin besarnya kebutuhan pasar dan kebutuhan masyarakat.

Ketahanan energi nasional, kini menjadi isu sekaligus tantangan yang harus dihadapi dan dicari solusinya.  “Panas bumi, menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan. Dengan adanya labortorium ini, maka potensi panas bumi yang ada di Sumsel bisa memberikan kontribusi untuk ketahanan energi nasional,” sebutnya.

Sucofindo jelasnya, telah memiliki pengalaman dalam hal jasa labortorium umum. Sebab selama ini, Sucofindo sudah memiliki dan mengelola banyak labortorium seperti kimia lingkungan, air bersih, SPO, pupuk dan batubara.

“Bahkan kita sudah mengoperasikan labortorium mineral prossesing di Cibitung, laboratorium cooking coal di Balikpapan , laboratorium coal bed methane di Cibitung. Sekarang kita miliki labortorium geotermal. Ini, yang pertama di Indonesia,” tukasnya.

Teks     : Imam Mahfudz Ali
Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *