Pilkades di PALI Digugat Lagi

Sejumlah Warga yang protes dalam Pilkades

Sejumlah Warga yang protes dalam Pilkades

PALI | KS-Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten PALI seolah tak lepas dari ricuh dan protes. Kandidat yang kalah kembali mendatangi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI dengan menyertakan para pendukungnya.

Senin (21/10) kemarin giliran warga Desa Tanjung Kurung Kecamatan Abab yang mendatangi kantor Camat Talang Ubi yang juga kantor Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten PALI. Warga Tanjung Kurung tidak sendiri, secara bersamaan warga Desa Babat Kecamatan Penukal juga turut serta setelah beberapa waktu lalu sempat melakukan aksi serupa.

Massa dari Desa Babat berikut dengan empat kandidat yang kalah, mendatangi kantor Bupati lantaran sengketa Pilkades desa ini. Mereka  menganggap dalam persoalan itu belum menemui titik penyelesaian.

Warga Desa Tanjung Kurung juga menggugat pelaksanaan Pilkades di desanya. Menurut mereka, Pilkades  yang dimenangkan Rukiah ini,  ternyata belum ditandatangani Ketua BPD.

“Saya sebagai Ketua BPD belum menandatangani surat keputusan penetapan pemenang Pilkades. Ternyata kami mendengar informasi, bahwa besok (hari ini-red) akan ada pelantikan. Artinya birokrasi di desa ini sudah mati. Harapan kami, sebelum ada penyelesaian, pelantikan harus ditunda,” kata Basroni, Ketua BPD.

Menurut Basroni, ia tidak pernah menghambat proses hasil penetapan Pilkades Tanjung Kurung ini. “Yang saya heran, kenapa ada tandatangan saya,” ujarnya.

Di sisi lain lanjut dia, hasil pemeriksaan pihak Inspektorat sendiri belum pernah disampaikan kepada BPD. “Saya sudah menghadap ke Sekda, tanggal 29 September lalu. Katanya mau mempertemukan empat kandidat. Sampai sekarang baru dipanggil hari ini dan besok (hari ini) mau pelantikan,” sesalnya.

Senada dengan itu dua dari empat kandidat Kades Tanjung Kurung yang kalah, yakni Effendi dan Hamzah. Bahkan, kalaupun besok (hari ini) masih tetap akan diadakan pelantikan Kades Tanjung Kurung, menurut keduanya tak menutup kemungkinan bakal terjadi kerusuhan di lokasi pelantikan. Effendi sendiri mengklaim, sekitar 300-an massa sebetulnya sudah bersiap dan menunggu di desanya.

Dirinya mensinyalir, pelantikan ini bakal digelar secara diam-diam di Desa Pandan, bersamaan dengan pelantikan Kades terpilih Desa Pandan, Babat dan Tanjung Kurung. “Massa akan turun ke Pandan kalau terjadi pelantikan,” katanya setengah mengancam.

Kedatangannya sendiri bersama rekan-rekan sesama calon Kades Tanjung Kurung lainnya ini atas inisiatif sendiri. Pasalnya kata Effendi dan Hamzah, mereka dapat undangan dari Camat. Namun ternyata, pertemuan tersebut batal. Oleh Camat Abab (Ruswani), kata Effendi pertemuan tersebut dialihkan ke Kantor Bupati.

“Yang dipanggil Cuma ketua BPD. Sedangkan secara formal undangan dari Camat Abab, yang diundang adalah kami (empat kandidat yang kalah) dan ketua BPD. Ternyata ketika di kantor Bupati Cuma ketua BPD saja. ada apa ini?” ujar Effendi dan Hamzah penuh tanya.

Mereka Dijelaskan, mereka lagi, Pilkades Tanjung Kurung ini menuai protes dari mereka lantaran terindikasi terjadinya kecurangan (money politik) yang dilakukan oleh oknum panitia, dan ketidaknetralan salah satu oknum panitia.

“Kita menuntut  pelantikan ditunda dan kami menghendaki Pilkades ulang. Karena ada indikasi money politik dan ketidaknetralan yang dilakukan panitia (oknum) yang juga sebagai Kadus,” tuding Effendi berapi-api.

Kekesalan mereka itu bertambah manakala tandatangan Ketua BPD terkait surat keputusan penetapan Pilkades desa ini sudah ditandatangani, padahal ketua BPD-nya sendiri belum pernah menandatanganinya.. “Itulah yang membingungkan kami, tandatangan siapa itu. Jelas pelantikan ini cacat hukum,” katanya.

Sementara, dalam pertemuan antara empat calon Kades Tanjung Kurung beserta ketua BPD-nya, kemarin, Plt. Sekda Amiruddin Tjikmat menegaskan, kalau Pilkades Tanjung Kurung ini bermasalah soal money politik, dan ada ketidakpuasan masyarakat. “Silakan teruskan hal ini ke ranah hukum. “Itu bukan wewenang kami apalagi kalau dikaitkan dengan soal dugaan money politik. Sementara kami pending dulu, karena mau ketemu Pak Bupati,” ujar Amiruddin singkat, seraya keluar dari ruangan mengajak Kabag Pemerintahan, Asrohi S.Sos, MH menuju kediaman Bupati di Komperta Pendopo.

TEKS / FOTO : INDRA SETIA HARIS

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *