Pengambilan Nomor Peserta K2 21-25 Oktober

cpns

INDERALAYA,KS-Kantor Badan Kepegawaian Diklat Daerah (BJD), Kabupaten Ogan Ilir (OI), Senin (21/10),  dipadati ratusan pegawai honor Kategori Dua (K2).

Kedatangan tersebut untuk melakukan pengambilan nomor peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan berlangsung pada 3 November mendatang.

Untuk pengambilan nomor peserta, BKD menetapkan jadwal pengambilan pada 21-25 Oktober mendatang dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Kepala BKD Ogan Ilir H Darjis AL didampingi Kepala Bidang Formasi dan Mutasi Ogan Ilir, Fatoni, kemarin mengatakan, kedatangan para tenaga honorer K2 untuk mengambil nomor peserta tes CPNS.

“Ya, tenaga honor K2 datang ke BKD untuk mengambil nomor peserta tes ujian CPNS. Khusus untuk tenaga honor K2 ada sebanyak 704 orang yang pengambilan nomor peserta dilakukan pada 21-25 Oktober mendatang. Bagi honor K2 yang tidak mengambil nomor peserta, secara otomatis gugur menjadi CPNS,” ujarnya.

Ia menambahkan, bagi setiap honor K2 yang hendak mengambil nomor peserta diwajibkan untuk membawa sejumlah syarat meliputi foto copy SK awal dan akhir, pas foto 4 x6 berwarna 3 lembar dan lainnya.

“Pelaksanaan ujian bagi honor K2 ini nantinya akan berbarengan dengan formasi umum yang dilangsungkan pada 3 Nopember mendatang. Bahkan untuk sistem yang digunakan pun juga sama yakni menggunakan sistem lembar jawaban komputer (LJK),” tuturnya.

Untuk pelaksanaan tes sendiri, sambungnya, dipastikan dilakukan disekolah-sekolah dengan melibatkan para guru, tenaga kesehatan dan pihak BKD sebagai pengawas dalam ujian tersebut. Untuk ruangan akan disiapkan sekitar 236ruangan.

“Tes masuk CPNS kali ini semuanya dari pusat, mulai dari soal dan sistem pengoreksian. Jadi tidak ada kesempatan untuk bermain, apalagi ada oknum yang mengklaim bisa meloloskan peserta menjadi CPNS,”jelasnya.

Dalam penerimaan CPNS Ogan Ilir, masih kata dia, hanya mendapatkan kuota formasi CPNS sebanyak 118 orang dengan rincian 55 persen untuk tenaga pengajar, 35 persen tenaga kesehatan dan 10 persen tenaga teknis.

Dari kuota 118 itu, pihaknya lebih memfokuskan penerimaan tenaga pengajar khususnya di SMK. Sementara untuk tenaga teknis lebih diprioritaskan pada tenaga penyuluhan seperti penyuluh pertanian, pembibitan dan lainnya.

“Saat ini memang Ogan Ilir masih banyak kekurangan tenaga pengajar kejuruan seperti SMK dan tenaga teknis penyuluhan pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Makanya Ogan Ilir lebih focus pada penerimaan pada tenaga itu,” ucap Darjis.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *