Madrasah di Sumsel Siap Unjuk Gigi

ilst.

ilst.

PALEMBANG | KS-Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Siswa Madrasah (Aksioma) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Provinsi Sumsel di Palembang, 21-25 Oktober 2013. Kegiatan ini diikuti 809 atlet dan 232 ofisial dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Sumsel.

Ketua Panitia Aksioma dan KSM 2013, H Iman Suryadi mengatakan, peserta kegiatan ini adalah siswa-siswa madrasah di Sumsel. Rinciannya, 95 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), 341 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 373 siswa Madrasah Aliyah (MA). Mereka akan bertarung di sejumlah cabang olahraga, seni, dan sains mewakili kabupaten/kota masing-masing.

“Cabang yang dipertandingkan dan dilombakan adalah bulutangkis, tenis meja, atletik, pidato bahasa Arab, pidato bahasa Inggris, pidato bahasa Indonesia, MTQ, kaligrafi, KSM, dan pentas seni. Untuk cabang atletik bertempat di Stadion Bumi Sriwijaya dan bulutangkis di Gedung Bulutangkis Padang Selasa, Bukit Besar. Sedangkan cabang-cabang lain dihelat di Komplek MAN 3 Palembang,” jelas Iman.

Para juara dalam kegiatan ini, lanjut Iman, akan diberangkatkan mewakili Sumsel pada ajang Aksioma dan KSM tingkat nasional di Malang, 5-9 November 2013. Untuk nomor tunggal, pemenangnya otomatis terpilih sebagai wakil Sumsel. Sedangkan untuk nomor ganda seperti pada tenis meja dan bulutangkis, pemenang pertama dan kedua akan mengikuti Training Center (TC) lebih dulu, baru kemudian dipilih pasangan terbaik.

Kakanwil Kemenag Sumsel Drs H Najib Haitami, MM saat memberi pengarahan pada pembukaan di MAN 3 kemarin (21/10) menjelaskan, pendidikan nasional di Indonesia adalah sistem pendidikan yang bertujuan untuk mendidik dan membina masyarakat Indonesia agar menjadi manusia yang berkepribadian, berwatak, berbudi luhur, beriman dan bertakwa kepada tuhan, kuat mental dan tinggi moral, cerdas dan terampil, serta kuat dan sehat jasmani.

“Dalam upaya mengimplementasikan nilai-nilai itu, maka Kemenag Sumsel menggelar Aksioma dan KSM se-Sumsel. Kegiatan ini sangat penting dalam upaya menumbuhkembangkan rasa percaya diri, sportivitas, rasa persatuan dan kesatuan, memupuk jiwa seni dan budaya yang tinggi, serta memantapkan jiwa kepemimpinan,” tutur Najib.

Dia menambahkan, pelajar setingkat MI, MTs, dan MA sebagai kelompok umur terbesar dalam struktur penduduk Indonesia merupakan fokus perhatian dan inventasi yang strategis bagi pembangunan SDM. Pada masa remaja fisik mereka sehat, namun faktor mental yang banyak mengalami masalah. Pada usia inilah mereka rentan terhadap berbagai gangguan psikologis yang bisa menyebabkan mereka putus sekolah, tindak kekerasan, penyalahgunaan narkotika, miras, dan sebagainya.

“Mengingat permasalahan yang sangat kompleks ini, maka salah satu cara yang efektif adalah membekali pengetahuan dan memberikan pemahaman yang komprehensif bagi remaja melalui pendidikan di sekolah, orangtua di rumah maupun melalui tempat lain seperti pesantren, agar mereka dapat menjadi bagian dari pembangunan masyarakat Indonesia pada umumnya dan pembangunan di Sumsel pada khususnya,” tutur Najib.

TEKS : AMINUDDIN

EDITOR : ROMI MARADONA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *