Ketua KPU Laporkan Mantan Cawako Palembang

PALEMBANG, KS-Pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Kota Palembang, memang lama berakhir. Bahkan pasangan terpilih, Romi Herton-Harnojoyo sudah menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang periode 2013-2018.

Namun efek dari pemilukada Kota Palembang itu, ternyata masih ada sampai saat ini. Buktinya, Senin (21/10), Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Palembang, Eftiyani melaporkan mantan calon wali kota (cawako) Palembang, Sarimuda.

Sarimuda dilaporkan Eftiyani ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), kemarin. Selain Sarimuda, Eftiyani juga melaporkan ES.

Dalam laporannya, Eftiyani menuding kedua terlapor tersebut diduga telah mencemarkan nama baiknya.  “Ada pemberitaan di jejaring sosial facebook, disana ditulis bahwa saya telah memalsukan Surat Keputusan (SK) KPU Kota Palembang Nomor 38 tahun 2013 tentang Penetapan Romi-Herton-Harnojoyo, sebagai wali kota-wakil wali kota Palembang periode 2013-2018,” kata Eftiyani dibincangi usai memberikan laporan ke polisi.

Padahal jelas Eftiyani, SK itu dikeluarkan KPU Kota Palembang sebagai tindaklanjut dari keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). SK Nomor 38 tahun 2013 tesebut  tegasnya, adalah sah.  Karena SK itu, diputuskan dalam rapat pleno KPU Kota Palembang.

Memang akunya, ia pernah dimintai keterangan oleh Mabes Polri terkait laporan mantan cawako Palembang tentang pemalsuan SK Nomor 38 tahun 2013 tersebut. Namun menurut Eftiyani, ia diperiksa sebagai saksi bukan sebagai tersangka. “Saya dimintai keterangan oleh Mabes Polri, dengan kapasitas sebagai saksi. Sampai saat ini, tidak ada bukti, saya memalsukan SK tersebut,” ucapnya.

Tak hanya pemberitaan itu, dalam jejaring sosial tersebut menurut Eftiyani, ia juga dimasukkan ke dalam silsilah kekuasaan Ketua MK non aktif, Akil Mochtar dalam proses konspirasi Pilkada Kota Palembang.

Padahal ungkapnya, ia tidak ada urusan dengan MK tetapi entah kenapa dikait-kaitkan dengan persoalan di MK. “KPU tidak punya konspirasi dengan siapapun, dalam melaksanakan pemilukada Kota Palembang. Saya laporkan ini, supaya terang benderang jangan membangun opini negatif di Kota Palembang dengan cara menyebarkan dan memasukan berita-berita di jaringan internet, seolah-olah KPU bobrok,” tegasnya.

Sementara itu mantan cawako Palembang, Sarimuda saat di konfirmasi melalui handphonennya, tidak mempermasalahkan laporan Eftiyani tersebut.  “Silakkan saja, ia melaporkan saya ke polda,” ungkap mantan mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel ini.

Namun sambungnya, tudingan yang disebutkan dalam laporan tersebut yakni ia pemilik akun facebook yang menyebarkan berita dimaksud adalah tidak benar.  “Saya sampai saat ini, tidak memiliki media apapun termasuk media online. Tetapi kalau laporan yang saya adukan ke Mabes Polri, adalah laporan yang berdasarkan fakta, dan dapat di buktikan,” tukasnya.

Teks     : Dicky Wahyudi
Editor  : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *