Warga Belum Nikmati Air Bersih

air-bersih

BANYUASIN|KS-Proyek sarana air bersih Perusahaan Dagang Air Minum (PDAM), di Kecamartan Betung, meski sudah dianggarkan namun masyarakat sampai saat ini belum bisa menikmatinya.

“Jangankan air bersihnya, sedangkan pipanya saja sampai sekarang masih ada yang belum terpasang. Kami warga Betung sampai saat ini masih tetap ketergantungan dengan air hujan. Jika tidak ada turun hujan hingga dua pekan saja sudah kerepotan karana stok sumber mata air mulai mengering,” ungkap Carles salah satu warga Betung dikediamamnya, Minggu (20/10).

Menurut Carles, adanya proyek itu di duga hanya sebagai action saja atau sekedar pelipur lara hati masyarakat. “Hal ini patut diduga atau hanya digunakan sebagai ajang korupsi saja,” sesalnya.

Lebih lanjut, kata Charles, sama halnya  proyek jalan cor beton yang ada disetiap pelosok desa dalam Kabupaten Banyuasin khususnya yang terlihat di Kota Betung. “Saya sekarang benar-benar prihatin, lantaran melihat namanya cor beton jalan kok mirip lumpur,” imbunya.

Sedihnya lagi kata dia, Umur proyek cor beton jalan itu  baru sebulan atau paling lama tiga bulan ditinggalkan pekerjanya. Namun kondisinya sudah mulai mengelupas baik batu koral, pasir dan semennya sehingga menimbulkan debu,

Sementara itu, tokoh masyarakat Betung, H Azwar Hamid mengaku sedih dengan kondisi  proyek-proyek yang ada. Menurutnya, jika sebagian masyarakat menilai adanya dugaan korupsi anggaran pada APBD di Banyuasin itu wajar karena  proyek air bersih tersebut sampai saat ini belum bisa dinikmati sementara dana yang terserap sudah cukup banyak.

“Waktu saya duduk sebagai anggota dewan (DPRD –red), saya termasuk penggagasnya dan memprediksi  airnya akan bisa dinikmati akhir tahun 2009. Namun kenyataannya sampai detik ini pun tetesan air itu masih saja belum sampai dirumah kami,” sambungnya.

Dikatakan Azwar, untuk proyek yang satu ini sampai sekarang diperkirakan sudah menghabiskan dana sekitar Rp 49 milyar.

Sementara itu, M Mujiono, Kades Suka Mulya Kecamatan Betung, mengomentari adanya dua proyek yang dituding sarat adanya penyimpangan anggarannya. Secara terang-terangan, semua proyek di Betung dikerjakan asal jadi dan cepat rusak.

“Sebab pelaksana proyek secara bebas mengerjakannya tanpa ada pengawas yang independen, toh kalau ada pun itu masih dalam lingkaran struktur pelaksana proyek,” ujarnya.

Menurutnya, setiap proyek pemerintah desa tidak pernah dilibatkan didalamnya, sehingga pelasana proyek diduga seenaknya. “Coba jika masyarakat dan pemerintah desa setempat dilibatkan langsung menangani proyek itu tentu

realisasinya dapat dipertanggung-jawabkan kualitasnya,” cetusnya.

Padahal kata Mujiono, masyarakat Betung itu banyak pandai bertukang dan hobi kerja keras. “Jadi kalau mengerjakan cor beton jalan saja sepertinya sudah menjadi bagian hidupnya,” pungkasnya.

Teks : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *