Proyek Pengecatan Ulang Gunakan Peralatan Seadanya

Para pekerja mengecat ulang kantor Sekretariat Daerah Kota  Pagaralam, tanpa dilengkapi alat-alat pengaman yang lengkap.  Padahal pekerjaan ini  tergolong  berbahaya.

Para pekerja mengecat ulang kantor Sekretariat Daerah Kota Pagaralam, tanpa dilengkapi alat-alat pengaman yang lengkap. Padahal pekerjaan ini tergolong berbahaya.

PAGARALAM, KS—Banyaknya kasus yang menimpa para pekerja lantaran jatuh dari ketinggian akibat kurannya sisitem pengamanan nampaknya diabaikan pihak kon traktor.

Hal itu terlihat dari adanya para pekerja yang melakukan pengecatan ulang di Kantor Sekretariat Daerah Kota Pagaralam, tanpa mengenakan peralatan yang lengkap.

Padahal, proyek pengecatan ulang ini telah dianggarkan senilai Rp. 400 juta, tetapi mereka lebih memilih peralatan seadanya. Sementara bangunan yang telah berdiri kokoh ini merupakan gedung kontruksi dua lantai dengan ketinggian sekitar 15 meter.

“Meskipun cukup membahayakan, pihak  pelaksana proyek tampaknya tidak tanggap terhadap aksi para pekerja di lapangan,” kata Jefri (42) warga jalan Cik Din, Kelurahan Nendagung, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, di dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek  pengecatan kantor Walikota sudah jelas dianggarkan atau masuk satu paket pekerjaan. Namun pihak kontraktor sepertinya tidak memperdulikan keselamatan para pekerja.

“Sebaiknya pihak kontraktor mengunakan alat yang memenuhi standar, karena hal itu, tergolong berbahaya. Ibadarat pepatah, sediakan payung sebelum hujan” kata Jefri.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Setdako Pagaralam, Imam Prabu SSos melalui Pejabat Pelaksana Teknis  Kegiatan (PPTK) Nuzirwan mengakui hal itu. Ia mengatakan, sebetulnya anggaran untuk alat bantu sudah termasuk kedalam paket pekerjaan pengecatan.

“Proyek ini dianggarkan melalui APBD Kota Pagaralam senilai Rp 400 juta. Kita akan menegur pihak pelaksana agar dapat melengkapi para pekerja dengan alat pengaman yang memenuhi standar,” singkatnya.

 

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *