Polri Mesti Netral Dalam Pemilu 2014

polisi

KOMJEN Pol Sutarman telah lolos uji kepatutan dan kelayakan untuk calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) baru untuk menggantikan Kapolri Jenderal Timor Pradopo.  Hal yang menarik untuk disimak adalah  terkait komitmennya untuk menegakkan sikap netral dalam Pemilu 2014. Dia berjanji akan netral dalam pemilu. Dia akan berada di tengah-tengah.

Janji itu menurut kita bukanlah hal yang ringan. Oleh karena itu kita semua harus ikut mengawasi semua tindak tanduk kepolisian hingga nanti pelaksanaan pemilu berlangsung. Terlebih, sebagai Kapolri nanti, ia bertanggung jawab penuh atas semua tindakan anak buah.

Kalau nanti dalam pemilu ada Kapolres atau anggota yang secara tersamar maupun terang-terangan membantu satu partai atau kontestan, maka kita  akan sangat keberatan. Sebab pada kenyataannya di beberapa daerah termasuk ketika Pemilukada di Kabupaten OKI ada oknum Wakapolres yang memberikan dukungan ke salah satu calon dan sekarang kasusnya sudah di pengadilan.

Harusnya ada  tindakan yang bisa diambil ketika ada lembaga pengawas kepolisian tidak hanya sekadar menegur atau mengkritik Sutarman, tetapi juga bisa memberikan pertimbangan kepada presiden untuk memberhentikannya.

Untuk hal itu kita mengharapkan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas)  agar  memanfaatkan kewenangan yang ada untuk  memberikan saran dan pertimbangan pada presiden untuk minta diberhentikan kalau memang sudah berjanji (tetapi tidak menepatinya.

Selain janji Sutarman untuk bersikap netral dalam Pemilu 2014, ada dua janji lainnya yang patut dikejar implementasinya, yakni reformasi internal Polri, khususnya soal sumber daya manusia  (SDM) serta pemberantasan korupsi. Menurutnya, Sutarman berulang kali menyebutkan akan memperbaiki sistem perekrutan anggota baru yang mengutamakan prinsip bebas KKN, transparan, dan akuntabel, dengan pengawasan internal dan eksternal. Dia juga akan memperbaiki kinerja dalam penyelesaian kasus korupsi.

Kita mengharapkan  pengganti Jenderal Timur Pradopo itu bisa memenuhi semua janji yang diucapkannya, karena kita sangat menginginkan  adanya  perbaikan dan pembangunan kepolisian di masa depan.  Termasuk juga polisi dalam memberikan rasa aman di tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu, terkait pemberantasan korupsi, Komjen Pol Sutarman menyambut baik usulan dibentuknya detasemen khusus tindak pidana korupsi (densus tipikor) guna menguak dan memberantas perkara korupsi. Meski pun demikian harus terlebih dahulu didiskusikan. Karena menyangkut kelembagaan, jadi tidak hanya menyangkut institusi Polri saja, tetapi juga harus sampai ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB). Moga semua janji itu bukan hanya diucapkan di lisan tetapi memang bias dibuktikan dalam perbuatan. (Sarono P Sasmito)

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *