Negara Dirugikan Rp250 Miliar

Ilst. Kilang Minyak

Ilst. Kilang Minyak

PALEMBANG, KS-Sumatera Selatan (Sumsel), salah satu wilayah di Indonesia yang tinggi tingkat ilegal tapping (pencurian minyak mentah) nya. Pengamat hukum dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Ruben Achmad menyebut, sampai 2012 ada 267 ribu barel yang di curi.

“Dari data yang ada, sampai 2012 akibat illegal tapping ini negara di rugikan mencapai Rp250 miliar,” kata Ruben dalam mengenai illegal tapping yang digelar Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas bersama Medco Energi dan ConocoPhillips di Hotel Aryaduta, Palembang, kemarin.

Untuk mengatasi persoalan ini menurutnya, diperlukan ketegasan hukum dari aparat keamanan dalam menindak aktor yang berperan dibalik pencurian minyak mentah tersebut. Menurutnya, ada tiga pendekatan yang harus dilakukan untuk menekan tindakan illegal tapping ini.

Tiga pendekatan dimaksud yakni, penerapan hukum pidana ketika kejahatan telah terjadi,  mencegah kejahatan tanpa pidana, dan memengaruhi pandangan masyarakat mengenai kejahatan dan pemidanaan melalui media massa. “Selain itu, harus ada komitmen jelas dari pemerintah untuk memberantasnya. Tanpa itu, masalah ini tidak akan terselesaikan,” ucapnya.

Sementara itu, Manager Hubungan Eksternal dan Komunikasi PT Medco Energi Oil dan Gas Indonesia  Arfiandy Djafaar menyebut selain ileggal tapping, persoalan lainnya yang dihadapi dalam eksplorasi minyak dan gas (migas) di Sumsel adalah Undang-Undang  (UU) Nomor 22 tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

UU itu kata Arfiandy, menghambat eksplorasi migas di Sumsel. “Sejak UU itu di terbitkan pada 2012,  kita belum berani melakukan pembebasan lahan di wilayah migas. Karena, proses land clearing haruslah dilakukan kepala daerah setempat. Akibatnya, sampai saat ini ada sembilan wilayah migas yang belum di jamah,” tukasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Direktur Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Minyak dan Gas (SKK Migas) Sumsel, Setia Budi menjelaskan, aktivitas illegal tapping di Sumsel kian marak pada 2013. Catatannya, kasus pencurian tercatat 810 kali pada 2012. Sedangkan, catatan per 1 Januari-25 Juli 2013, kasus pencurian minyak telah terjadi 589 kali.

Para pelaku, Budi melanjutkan, dalam melakukan penjarahan ini berpindah-pindah lokasi. “Biasanya dilakukan di malam hari, tapi puncaknya pencurian minyak di Juli ini itu tanggal 22 kemarin, losses hingga 5.000 barel atau 40 persen dari kiriman per hari,” kata Budi.

Sementara Manajer Humas Pertamina EP, Agus Amperianto, menjelaskan kasus illegal tapping di jalur pipa Pertamina Tempino-Plaju telah terjadi sejak 2007 lalu dan terus meningkat hingga puncaknya Juli 2013.  “Kita sudah laporkan pencurian ke aparat keamanan, namun penindakan lemah sehingga para pencuri semakin berani karena merasa di-back-up oleh oknum aparat,” tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra
Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *