Apotek Dilarang Lakukan Promosi

Ilst. Apotek

Ilst. Apotek

PALEMBANG, KS-Sejumlah pengelola apotek di Palembang, saat ini mulai marak melakukan kegiatan di luar penjualan obat seperti pengecekan gula darah, kolestrol dan lainnya. Kegiatan seperti akan dilarang oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang.

Sebab menurut Kepala Dinkes Palembang, Anton Suwindro melalui Kepala Seksi (Kasi) Registrasi, Akreditasi dan Perizinan, M Yamin, kegiatan itu bukan tanggungjawab apotek.  Mereka jelas Yamin, hanya melayani penjualan obat.

“Dari 200 apotek di Palembang, sedikitnya ada 15 apotek yang melakukan kegiatan seperti ini. Mereka melakukan kegiatan promosi, seperti mengecek gula darah, cek kolesterol, atau tensi darah. Itu tidak boleh, karena ada aturan Kementrian Kesehatan (Kemenkes). Tugas mereka hanya menjual obat, bukan berpromosi seperti ini,” jelas Yamin ketika dibincangi, kemarin.

Dari 15 aoptek yang melakukan kegiatan diluar penjualan obat itu sebut Yamin, lima apotek sudah ditindak. Namun sanksi yang diberikan, sifatnya masih teguran lisan. Pengelola apotek tersebut juga, diminta untuk mencabut benner promosi yang mereka pasang.

Ke lima apotek yang di maksud sambung Yamin, adalah apotek yang berada di Plaju, Jalan Jend Sudirman, dan kawasan Dempo. Selain itu, ada juga toko kesehatan yang juga berpromosi di kawasan Jalan Lingkaran dan Jalan Jendral Sudirman.

“Sementara sanksi nya memang teguran lisan, jika mereka tetap melanggar maka kita tidak segan akan mencabut izin operasional mereka,” tegasnya.

Yamin menjelaskan, larangan bagi apotek melakukan kegiatan di luar penjualan obat ini dilakukan guna menghindari kesalahan dalam diagnosis. Misalnya, masyarakat yang mengecek gula darah, kemudian hasil dari apoteks tersebut menyatakan orang tersebut gula darahnya tinggi. Sehingga pemberian obat pun, ditakutkan tidak sesuai.

Selain itu, Yamin menambahkan, dinkes khawatir akan adanya infeksi silang melalui jarum suntik yang digunakan. “Sementara jarum suntik hanya dipakai sekali, dan pembuangan dilakukan dengan dukungan insenerator di puskesmas. Sehingga tidak bisa jarum di buang sembarangan,”ulasnya.

Yamin mengingatkan, bagi masyarakat jika ingin mengecek kolesterol dan lainnya agar langsung ke laboratorium. “Dengan mengecek ke laboratorium, maka setiap keluhan penyakit dapat ditangani oleh paramedis yang sesuai kapasitasnya,”tukasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Dinkes Kota Palembang mencabut sementara izin operasional Apotek Puji Agung yang berada di Jalan Purban, Kelurahan 16 Ilir. Itu menurut Kepala Dinkes Kota Palembang, Anton Suwindro, dilakukan karena pengelola apotek tersebut telah melanggar aturan. Dimana sebut Anton, pembelian obat di Apotek  Puji Agung tanpa ada persetujuan dari apoteker.

Sesuai aturan sebut Anton, setiap pembelian atau pemesanan obat harus berdasarkan pemesanan dan rekomendasi dari apoteker. “Sejak 1 Oktober lalu, apoteker di apotek itu sudah mengundurkan diri. Tidak boleh pesan obat tanpa adanya tanda tangan dari apoteker, karena apoteker ini sama dengan dokter,”terangnya.

Anton menambahkan, apotik Puji dapat kembali beroperasi seperti biasa jika sudah memiliki apoteker baru. Saat ini, rekomendasi apoteker baru masuk ke Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT). “Jika telah keluar izin, maka apoteker bisa ditempatkan di apotek tersebut. Ada dua jenis obat yang dipesan kala itu, yakni antibiotik dan analgetik atau penahan rasa sakit,”tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *