PLTG Borang Jadi Rebutan

PLTG Borang | Antarafoto.com

PLTG Borang | Antarafoto.com

PALEMBANG, KS-Pemerintah Kota (pemkot) Palembang, berencana akan menswastanisasikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Borang, yang selama ini dikelola salah satu anak perusahaan PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J).

Rencana ini menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ucok Hidayat, mendapat respon banyak perusahaan. Tak hanya Medco Power Indonesia, yang berminat mengelola PTLT tersebut namun juga banyak perusahaan lain yang meliriknya.

“Prospek PLTG tersebut sangat bagus, pemkot tinggal menilai mau di kelola oleh siapa. Yang pastinya, harus di tangani oleh orang-orang profesional,”kata Ucok yang dibincangi, Jumat (18/10) di Balai Kota Palembang.

Medco Power Indonesia sebut Ucok, sudah mengajukan penawaran untuk mengelola PLTG tersebut. Selain itu, ada juga beberapa perusahaan yang mengajukan penawaran. “Mereka menginginkan kerjasama dengan pemkot, tapi mereka harus membuat proposal terlebih dahulu. Setelah itu, kita baru tahu mana yang lebih menguntungkan, seperti psikoteslah,”ucapnya.

Ucok menerangkan, sebelum nasib pengelolaan PLTG Borang tersebut diputuskan, wali kota menginginkan   proses audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap PT SP2J diselesaikan.

“Proses audit ini, penting. Karena uang yang ada di dalamnya, besar sekali. Sehingga jangan sampai kita salah ambil langkah, kemungkinan audit BPK akan dilakukan Senin (21/10). Setelah itu barulah kita ambil langkah selanjutnya,” tukasnya.

Sebelumnya Wakil Wali Kota (wawako) Palembang, Harnojoyo mengatakan, pemkot memiliki beberapa opsi untuk pengelolaan PLTG Borang tersebut. “Ada tiga opsi, yang masih jadi pertimbangan. Pertama menjual PLTG Borang, kedua mempertahankan dan terakhir bekerjasama dengan sistem build operate and transfer (BOT) power plan tersebut,”ucapnya.

Namun opsi itu sambungnya, baru akan di jalankan setelah hasil audit BPK terhadap PT SP2J selesai. Pemkot sambungnya, akan mengambil langkah untuk menyelamatkan PT SP2J termasuk anak perusahaanya sebab ada penyertaan modal serta kredit sebesar Rp130 miliar yang harus dibayarkan ke Bank Muamalat.

“Kita tidak ingin ada pihak yang dirugikan, kami akan menentukan langkah apa yang tepat dan harus diambil untuk pengelolaan power plan tersebut. Apalagi, dana yang sudah terserap dari kredit pada Bank Muamalat sudah mencapai 90 persen atau setara Rp116 miliar,” tukasnya.

Teks     :  Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *