Nafkahi Keluarga dari Plastik Bekas

Plastik Bekas-Harry sedang mengelola plastik bekas

Plastik Bekas-Harry sedang mengelola plastik bekas

PAGARALAM, KS—Demi menafkahi keluarga,  pria paruh baya asal Magelang Jawa Tengah ini rela jauh-jauh meninggalkan kampung halamannya hanya untuk  menggais rejeki dari plastik-plastik bekas.

“Plastik bekas  asal Pagaralam dan Lahat ini dijual hingga ke Kota Surakarta Jawa Tengah. Alhamdulillah dari penjualan plastik bekas bisa menafkahi keluarga” kata Harry, Jumat (18/10).

Menurutnya, bahan plastik bekas yang didapatkan dari para pengumpul dengan dipatok harga senilai Rp. 1.600 per kilogram. Adapun  plastik bekas yang diterima mulai dari botol minuman, gelas plastik air mineral dan bahan plastik lainnya.

“Plastik bekas berasal dari Pagaralam dan Lahat tergolong sedikit, mengingat material yang ada sejauh ini mulai sulit didapatkan. Selain itu, sebagian para pencari plastik bekas sudah ada tempat langganan untuk menjualnya,” kata Harry seraya mengatakan ia menjual plastik bekas yang sudah diolah ke Surakarta dengan harga kisaran Rp 4.000-Rp 4500 per kilogram.

Ia menambahkan, plastik bekas yang didapat dari pengumpul tidak langsung dijual lagi, karena harus di olah kembali dengan cara membuang cincin penutup (lingkaran lisensi) gelas air mineral maupun tutup botolnya.

“Alhamdulillah, meski baru sekitar dua bulan membuka penampungan bahan bekas, saya sudah bisa mengais rejeki untuk menafkahi keluarga,” ujarnya.

Ia menceritakan, sewaktu tinggal di Magelang, untuk mendapatkan bahan plastik bekas itu dalam dua hari bisa satu truk, tentunya lebih mudah meraih keuntungan. Sementara disini (Pagaralam-red) untuk memdapatkan 5 pikul (500 kg-red) saja mesti membutuhkan waktu hingga satu pekan lamanya.

“Meski begitu, semua ini didasari dengan niat dan kemauan yang kuat agar dapat menafkahi keluarga,” terang Harry lagi seraya menambahkan ia membuka penampungan bahan plastik di Dusun Sukacinta, Kelurahan Atung Bungsu, Kecamatan dempo Selatan ini tergolong baru dan masih  membutuhkan modal yang cukup banyak agar dapat mengembangkan usaha lebih baik lagi.

Sebetulnya, kata dia, jenis usaha penampunagan plastik bekas ini begitu menjanjikan. Namun, sejauh ini masih terkendala modal yang sedikit  maupun tenaga pengumpul.

“Meski menjanjikan, usaha ini butuh modal yang cukup dan para pekerja untuk mencari bahan dimaksud. Diharapkan adanya perhatian pemerintah setempat untuk memberikan bantuan modal agar usaha yang digeluti ini bisa berkembang lebih baik lagi,” harapnya.

Teks: Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *