Macet di Simpang Jakabaring Kian Parah

Situasi Macet DI Simpang Jakabaring | Bagus Park

Situasi Macet DI Simpang Jakabaring | Bagus Park

PALEMBANG, KS-Kemacetan di kawasan Simpang Jakabaring menuju Jalan HM Ryacudu hingga ke Jembatan Ampera,  kini kian parah. Kemacetan itu, disebabkan adanya penyempitan badan jalan  akibat adanya pembangunan fly over.

Pantauan Kabar Sumatera, Jumat (18/10), kendaraan yang melintas dari arah Seberang Ilir menuju Jakabaring atau Kertapati harus berjalan merayap. Kondisi ini, tak pelak dikeluhkan sejumlah awak angkutan umum (angkot) di Palembang.

Sulaiman, sopir angkot jurusan Karya Jaya-Ampera misalnya. Ia mengaku, sebelum ada pembangunan fly over, ia bisa 12 kali mengangkut penumpang. Namun saat ini, ia hanya bisa enam kali pulang-pergi untuk mengangkut penumpang. “Ini membuat pemasukan kita berkurang, untuk bensin saja membengkak. Kalan jalan tidak macet, satu hari saya habis 15 liter namun saat ini bertambah menjadi 20 liter,”keluhnya.

Selain itu bebernya, kemacetan di kawasan tersebut juga membuat jarak tempuh Karya Jaya-Ampera bertambah. Biasanya hanya 30 menit, kini bisa sampai satu jam lamanya.

Hal senada disampaikan Anto, Menurutnya, di pagi hari biasanya kemacetan mulai terjadi di Tugu KB, Kertapati hingga ke Jembatan Ampera. “Memang untuk bahan bakar, tidak terlalu pengaruh karena saya pakai solar. Namun kemacetan ini, membuat jumlah penumpang saya berkurang. Biasnya macet pagi, kemudian macet lagi sekitar jam 15.00 WIB,”akunya.

Sementara itu, Marwan, sopir angkot Ampera-Plaju mengaku, pembangunan fly over tersebut mengakibatkan jarak tempuhnya harus bertambah. Sebab kendaraan dari arah Plaju menuju Ampera, harus terlebih dahulu memutar ke Jalan Gubernur HA Bastari, Jakabaring.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Transportasi Jalan dan  Rel, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palemabang, Agus Supriono mengatakan kemacetan yang terjadi di kawasan tersebut disebabkan terjadinya penyempitan badan jalan karena dipakai untuk pemasangan pondasi fly over.

Menurut Agus, dalam setiap pembangunan fly over memang kemacetan itu tidak bisa dihindarkan. Namu kemacetan itu bisa diminimalisir. “Karenanya kami sudah meminta PT Wijaya Karya (Wika), sebagai kontraktor dan Dinas PU Bina Marga Sumsel untuk melakukan pelebaran jalan,” ungkapnya.

“Warga juga kita harapkan, lebih bersabar dengan kemacetan ini. Pembangunan fly over ini untuk kepentingan bersama, agar kedepan kemacetan di kawasan simpang Jakabaring bisa diurai,” tukasnya.

Sebagai informasi, fly over Simpang Jakabaring direncanakan dibangun dengan panjang 433 meter, lebar 18 meter dengan dengan jarak antar tiang 38,32 meter. Fly over ini,  ditopang oleh tujuh grinder atau tiang penyangga dengan kedalaman 35 meter.

Jalan layang ini, terdiri dari dua jalur dan empat lajur. Pangkal jembatan, berada pada belokan pertama setelah Jembatan Ampera menuju arah Plaju dan berakhir didepan Markas Polresta (Mapolresta) Palembang. Pada 2014 mendatang, fly over tersebut ditargetkan selesai dibangun.

Teks     : Alam Trie Putra
Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *