Kucuran Dana Hibah di Audit

Ilst.

Ilst.

PALEMBANG, KS-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) tahun ini, mengucurkan dana Rp1,4 trilyun untuk belanja sosial (bansos) dan hibah yang dianggarkan di anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sumsel 2013.

Penggunaan dana hibah ini, saat pemilihan kepala daerah (pemilukada) Sumsel lalu sempat berhembus isu tak sedap. Dana bansos dan hibah itu, disebut dipakai untuk membiayai kampanye pasangan Alex Noerdin-Ishak Mekki.

Kini untuk membuktikan benar atau tidaknya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tengah mengauditnya. Satu persatu lembaga yang menerima kucuran dana tersebut, dipanggil BPK melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel.

Ketua Tim Pemeriksa BPK RI, Mohammad Anas Fauzi mengatakan, pemanggilan tersebut dilakukan  untuk meminta penjelasan, mengenai kucuran dana hibah yang diberikan Pemprov Sumsel.

Memang jelas dia, proses pemanggilan dipercepat karena permintaan langsung  Gubernur Sumsel. “Karenanya, kita buru-buru turun kandang menanyai kucuran dana yang telah dikeluarkan, ” jelas Mohammad, kemarin.

Ia mengatakan, berdasarkan aturan pemeriksaan tersebut dilakukan dalam rangka meminta keterangan atas pengelolaan dan pertanggungjawaban belanja bantuan sosial dan hibah tahun anggaran 2011 sampai semester satu 2013.

Sebelumnya, Kepala BPK Perwakilan Sumsel, Novy G A Palenkahu membenarkan BPK menurunkan tim guna mengaudit penggunaan bansos dan dana hibah di Pemprov Sumsel. Audit itu ucapnya, atas permintaan gubernur guna mengungkap kesimpang-siuran penggunaan dana hibah dan bansos selama ini.

“Tak hanya dana bansos dan hibah, yang kita audit. Nanti, penggunaan anggaran untuk pemilukada Sumsel yang dialokasikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), juga akan kita audit secara terpisah,” tegasnya.

“Sejauh ini, berkasnya sudah masuk dan tengah diperiksa oleh tim gabungan dari BPK perwakilan Sumsel dan BPK pusat. Hasilnya, belum bisa kita pastikan kapan disampaikan. Yang masih, harus menunggu dulu,” ujarnya.

Sementara itu Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin menambahkan, di APBD Sumsel 2013 dianggarkan dana Rp1,4 trilyun untuk belanja bansos dan hibah. Penggunaan dana tersebutlah jelas Alex, yang tengah di audit oleh BPK.

“Itu atas permintaan saya, harusnya audit dilakukan saat tahun anggaran berakhir. Namun karena ada keributan penggunaan dana bansos dan belanja hibah saat pemilukada Sumsel lalu, maka auditnya dipercepat,” sebut Alex.

Proses audit sambungnya, akan memakan waktu cukup lama. Biasanya, jika audit dilakukan di akhir tahun anggaran maka pada Maret tahun selanjutnya, hasil audit sudah bisa diketahui. “Jadi untuk hasilnya, sabar. Insya Allah tidak ada apa-apa, karena memang tidak ada apa-apa,” tukasnya.

Sebagai informasi, pada APBD Sumsel 2013 dianggarkan Rp1,4 trilyun untuk bansos dan hibah. Rinciannya, Rp221.125.000.000 untuk pemilukada Sumsel, Rp159.307.712.000 untuk program sekolah gratis, 35.150.757.000 untuk program berobat gratis.

Kemudian bansos diberikan kepada KONI Sumsel Rp24.287.400.000, Rp7.629.600.000 kepada TNI/Polri, Rp17.850.000.000  ke Forum P3N, sedangkan BNN, TVRI, PMI Rp 8.816.520.000 . Kemudian Program Askesos  Rp3.000.000.000 , Ormas Rp35.000.000.000, Organisasi Keagamaan Rp40.372.000.000 , Media Massa Rp15.000.000.000 dan bantuan operasional reses anggota DPRD Sumsel Rp 111.766.200.000.

Teks     : Imam Mahfudz Ali
Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *