Satu Keluarga Bisnis Sabu

Nasarudin dan Istrinya Wulandari tersangka pengedar narkoba saat di mapolsek Talang Ubi

Nasarudin dan Istrinya Wulandari tersangka pengedar narkoba saat di mapolsek Talang Ubi

PALI | KS-Satu keluarga ini bukan contoh yang baik bagi masyarakat. Bukannya mencari nafkah dengan cara halal, keluarga ini justru bekerja sebagai pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Pembaca tentu masih ingat, disaat perayaan hari kemerdekaan lalu,  aparat Polsek Talang Ubi melakukan penggerebekan terhadap  bandar narkoba. Tidak tanggung-tanggung, narkoba senilai ratusan juta rupiah itu berhasil diamankan aparat. Termasuk terangka berinisial St dibekuk petugas di rumahnya.

Penggerebekan terhadap St ini tidak otomatis membuat keluarganya menjadi malu dan jera menjalani bisnis ini. Malah sebaliknya, adik kandung St, berinisial Ns, juga ikut terlibat dalam bisnis haram ini.

Adalah Ns (28) adik kandung St, warga Simpang Bandara (Airport), Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), ditangkap Jajaran Polsek Talang Ubi, lantaran menjadi bandar sekaligus kurir sabu-sabu. Ns ini adalah adik kandung St, yang saat ini masih meringkuk di sel. Bahkan, Ns tidak sendirian. Istrinya  yang berinisial Wl (23), juga ikut dicokok petugas karena terbukti bersama-sama menjalankan bisnis haram ini.

Kedua tersangka ini ditangkap, setelah petugas pimpinan Kanit Reskrim Ipda Roni Hermawan dan Kanit Intel Ipda Suharjo SH, menyamar sebagai pembeli sabu-sabu. Tak ayal, Rabu (16/10) sekitar pukul 21.00 WIB, keduanya langsung diringkus saat sedang menunggu pembeli di rumahnya.

Dari hasil penggeledahan petugas di rumahnya, petugas berhasil menemukan barang bukti berupa dua paket sabu seharga Rp500 ribu, dua pirex, dua pipet scop, tiga handphone sebagai alat transaksi, serta uang tunai sebanyak Rp5,1 juta, yang tersimpan di dalam lemari kamar di bawah pakaian tersangka.

Kapolsek Talang Ubi, AKP Zai’an ZL mengatakan, kedua tersangka Ns dan Wl, merupakan adik ipar tersangka St, yang terlebih dahulu ditangkap jajarannya, Jumat (16/8) lalu, atas kepemilikan sabu-sabu dan ekstasi.

“Jadi tersangka St yang telah kita tangkap dahulu, dan sudah berada didalam rutan, ternyata masih menjalankan bisnis narkobanya, dengan menyuruh adik iparnya. Jadi mereka ini sudah menjadi jaringan narkoba, untuk peredaran di wilayah Kabupaten PALI,” ujar Aan sapaan akrabnya.

Sementara tersangka Ns, tidak bisa mengelak atas kepemilikan narkoba tersebut. “Barang itu (narkoba-red), aku ambil di simpang belimbing, oleh seorang berinisial Aa (DPO), untuk diedarkan lagi di wilayah Pendopo,” ujarnya kepada petugas.

Begitupun Wi, isteri Ns, tidak menepis bahwa narkoba tersebut, merupakan milik suaminya Ns. “Kalu barang itu memang punyo dio (suami-red). Tugas aku dewek cuma sebagai pegang duit hasil penjualan, pak,” akunya dihadapan petugas.

TEKS / FOTO : INDRA SETIA HARIS

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *