Penahanan Andi Tuntaskan Kasus Hambalang

OLEH SARONO P SASMITO

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng, tersangka kasus korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang, Jawa Barat.
Hari ini saya mulai penahanan oleh KPK, sesuai ketentuan KPK,  saya menerima untuk mempercepat penyelesaikan kasus ini, kata Andi di Gedung KPK Jakarta pada Kamis sekitar pukul 16.00 WIB, setelah diperiksa selama sekitar enam jam.

Andi  yang mengenakan jaket tahanan saat keluar dari gedung KPK bersama tiga orang pengacaranya, Harry Pontoh, Ifdal Hasyim dan Luhut MP Pangaribuan.
Menurut Juru Bicara  KPK Johan Budi mengemukakan, tersangka AAM ditahan di rutan KPK selama 20 hari pertama. Sebelumnya KPK sudah menahan salah satu tersangka kasus Hambalang, mantan Kepala Biro Perencanaan Kementerian Pemuda dan Olahraga Deddy Kusdinar, sejak 13 Juni 2013.
Selain Andi dan Deddy, KPK menetapkan mantan Direktur Operasional 1 PT Adhi Karya (persero) Teuku Bagus Mukhamad Noor sebagai tersangka dalam perkara korupsi yang menurut Badan Pemeriksa Keuangan  (BPK) telah merugikan negara sampai Rp463,66 miliar itu.
Kita mengharapkan penahanan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Malaranggeng akan semakin mempercepat penyelesaian kasus Hambalang. Sebab penuntasan kasus Hambalang  sudah terlalu lama. Bukan hanya itu kita juga mengharapkan agar Andi Malaranggeng untuk kooperatif dan terbuka. Andi jangan menutupi sedikitpun kasus Hambalang. Ini adalah pembelajaran bagi semua pihak. Karena Andi adalah menteri aktif pertama yang ditahan KPK. Semoga dengan ditahannya Andi, proses hukum kasus Hambalang bisa selesai hingga tuntas dan semoga kasus ini terbuka apa yang selama ini terutup.

Pelajaran lain yang bias kita ambil dari kasus ini adalah dengan meminta Andi untuk tegar menghadapi masalah. Pria yang dulu digadang-gadang karena berbagao pemikirannya yang cemerlang ternyata mesti terbelit masalah korupsi. Moga dia bersikap jujur dalam menghadapi kasus ini.

KPK mengambil langkah penahaan terhadap Andi  tentu sudah mempunyai  bukti-bukti. Kita juga mengharapkan agar Presiden SBY  benar-benar komitmen untuk memberantas korupsi. KPK tidak boleh pandang bulu. Dengan terbuka kasus ini maka akan dapat diselusuri juga pihak-pihak lain yang terlibat. Di sisi lain kita mengharapkan agar kerugian  Negara berkaitan dengan adanya kasus itu dapat dipulihkan dengan adanya penyitaan harta kekayaan yang diperoleh oleh oknum yang terlibat tindak pidana itu kemudian dikembalikan kepada Negara. Efek lanjutan yang diharapkan adalah penahanan ini juga memberikan efek jera kepada para birokrat aktif agar tidak melakukan tindak pidana korupsi karena tindakan tercela mereka yang merugikan rakyat banyak itu akan terendus juga. Moga demikian adanya. (Sarono P Sasmito)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *