Kinerja Polisi Belum Maksimal

 

polisi

PALEMBANG | KS-Angka kriminalitas di Sumatera Selatan (Sumsel), masih tergolong tinggi. Bahkan pengungkapan kasus kriminalitas yang dilakukan Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel, masuk dalam lima besar di Indonesia.

Hal ini menurut koordinator wilayah (korwil) Independet Police Watch (IPW) Sumsel , Sofhuan, menunjukkan kalau kinerja kepolisian di Sumsel belum maksimal. Kinerja korps baju coklat itu sebut Sofhuan, belum memuaskan sehingga banyak masyarakat yang tidak percaya dengan aparat penegak hukum tersebut.

“Tingkat kriminalitas di Sumsel, masih tinggi. Ini menunjukkan kalau kinerja kepolisian di mata masyarakat, belum memuaskan. Kedepan,  polisi sebagai lembaga publik dan milik masyarakat harus lebih profesional,” kata Sofhun dalam seminar dengan tema “Profesionalisme Polisi dalam Perspektif Masyarakat Sipil” yang diselenggarakan IPW di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Kamis (17/10).

Sementara itu Dekan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof Amzulian Rifai menyebut, angka kriminalitas di Sumsel masih terbilang tinggi.  Berdasarkan data National Crime Index  2012 sebutnya, dari tujuh kejahatan konvensional yang sering terjadi, Sumsel menduduki peringkat pertama untuk empat kasus diantaranya.

Amzulian menjelaskan, tujuh kejahatan konvensional terbanyak di Indonesia yakni pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pembunuhan, perkosaan, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), penculikan, serta penganiayaan dengan pemberatan (anirat).

Dari tujuh kejahatan konvensional itu, empat diantaranya menempatkan Sumsel di peringkat pertama yakni curas sebanyak 3.105 kasus, curat ada 8.907 kasus , pembunuhan 99 kali. Dan kasus perkosaan di Sumsel mencapai 260 kasus, yang dilaporkan ke Polda Sumsel selama 2012.

“Sedangkan tiga kejahatan konvensional lain, menempatkan Sumsel di lima besar. Tingginya angka kejahatan ini jelas berpengaruh pada penilaian dan kehidupan masyarakat. 53 persen responden dari kalangan masyarakat, merasa tidak aman dan tidak tenang saat bertemu polisi,” tutur Amzulian.

Sebelumnya, seperti diberitakan Kabar Sumatera,  dalam rilis data kejahatan selama 2012 yang dilakuan Polda Sumsel, terungkap selama tahun kemarin terjadi 21.407 kasus kejahatan di Sumsel.

Dari ribuan kasus itu, kasus kejahatan konvesional yang terbanyak. Jumlahnya sebanyak 19.083 kasus.  Artinya, dalam setiap bulan setidaknya terjadi 1.783 kasus kejahatan di Bumi Sriwijaya ini.

Jika dibagi kembali dengan jumlah kabupaten dan kota di Sumsel, artinya di 15 kabupaten dan kota di Sumsel dalam satu bulan terjadi 118 kasus kejahatan lebih atau setiap hari setidaknya ada tiga kasus yang terjadi.  Sementara di 2011, kasus kejahatan yang terjadi sebanyak 21.460 kasus.

Teks     : Aminuddin

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *