Jumlah Guru di Palembang Berlebih

guru-tes-cpns

PALEMBANG | KS-Pemerintah Kota (pemkot) Palembang, berencana akan membuka seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari jalur umum pada 2014 mendatang. Jika seleksi CPNS ini benar-benar di gelar, dapat dipastikan masyarakat yang berasal dari background pendidikan harus siap-siap kecewa.

Pasalnya, pemkot tidak akan membuka lowongan CPNS dari formasi guru. Sebab menurut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang, Ahmad Zulinto melalui Kepala Bidang (Kabid) Kepegawaian, H Nasikhun, jumlah guru di metropolis saat ini sudah berlebihan.

“Kita mengalami kelebihan guru sebanyak 1.037 orang, rinciannya 377 guru SMP dan 660 guru SMA. Karenanya, kita tidak akan menambah jumlah guru di Palembang,” jelas Nasikhun ketika dibincangi di ruang kerjanya, Kamis (17/10).

Dengan kelebihan jumlah guru tersebut, Disdikpora menurutnya dibuat kesulitan untuk mengkoordinirnya. Disdikpora pun menurunya, harus berpikir keras bagaimana memberdayakan semua guru di kota empek-empek ini agar semuanya bisa diberdayakan.

Berlebihnya jumlah guru di Palembang itu sebut Nasikhun, salah satu faktornya karena banyak guru yang menginginkan pindah mengajar dari kabupaten dan kota lain ke Palembang.

Untuk mencegahnya, Disdikpora tidak mempunyai kewenangan. “Kita tidak memiliki kewenangan, untuk membatasi keinginan guru pindah dari daerah ke Palembang. Apalagi pihak berkompeten, telah menyetujui keinginan para guru ini,” ucapnya.

Dengan kondisi itu, mau tidak mau Disdikpora harus mencari penempatan guru bersangkutan ke sekolah baru. “Kelebihan jumlah guru ini, mempengaruhi jumlah jam mengajar mereka. Sehingga banyak guru yang harus mengajar di sekolah swasta, apalagi sebagian besar sudah mengikuti sertifikasi sehingga mereka harus mengajar 24 jam seminggu. Tentu ini, merugikan guru honorer di sekolah swasta,” ujarnya.

Karenanya Nasikhun berharap, pemerintah kota (pemkot) dan pemerintah provinsi (pemprov) Sumsel dapat membatasi membatasi keinginan guru daerah yang ingin pindah ke Palembang. Sebab tanpa itu, maka jumlah guru di Palembang akan semakin berlebih sementara di daerah mengalami kekurangan.

Sementara itu seperti diberitakan Kabar Sumatera sebelumnya, Kepala Disdikpora Kota Palembang, Ahmad Zulianto menyebut,  jumlah guru yang mengajar di sekolah dasar (SD) di Palembang, saat ini masih mengalami kekurangan.

Disdikpora Kota Palembang setidaknya di kota empek-empek ini masih butuh sekitar 500 guru SD lagi. Untuk mengatasi kekurangan ini guru ini, kita melakukan berbagai langka antisipasi. Salah satunya, dengan menggabungkan beberapa sekolah. Namun tetap saja, kita masih kekurangan guru untuk SD,” kata Zulianto.

Kekurangan guru yang mengajar di SD ini jelas Zulianto dikarenakan, banyak guru saat ini yang sudah pensiun. Jika hal ini tidak segera diantisipasi maka kata jelas Zulianto, hal ini akan menjadi persoalan besar.

Ia menyebutkan, jumlah guru SD di Kota Palembang saat ini mencapai 2.000 orang yang tersebar di 354 SD negeri. Jumlah itu, masih kurang sekitar 500 guru lagi walau pun sudah dilakukan penggabungan sekolah.

Menurut dia, kurangnya guru SD ini akan mempengaruhi kelangsungan pembelajaran. Apalagi fungsi guru SD, adalah guru kelas membawahi setiap kelas.  Ini beda dengan jenjang SMP-SMA, dimana setiap guru  bertanggungjawab pada satu mata pelajaran.

Teks     : Aminuddin
Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *