Eddy Yusuf : Tanpa Diminta Nanti Saya Juga Mundur

Eddy Yusuf

Eddy Yusuf

PALEMBANG, KS-Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Selatan (Sumsel), Eddy Yusuf, menolak untuk mundur dari jabatannya walau pun ia sudah di desak oleh DPRD Sumsel untuk mundur karena mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Hanura.

Nama Eddy Yusuf sendiri,  terdaftar sebagai caleg dari Partai Hanura untuk daerah pemilihan (dapil) Sumsel II pada daftar calon tetap (DCT) pada pemilu legislatif (pileg) 2014 mendatang .

Penegasan itu disampaikan Eddy ketika dibincangi usai membuka  seminar nasional dan pameran holtikultura yang diselenggarakan Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (Unsri), Kamis (17/10) di halaman DPRD Sumsel.

“Ngapain dewan capek-capek minta saya mundur, urus saja masyarakat. Saya tidak perlu diminta mundur, karena nanti saya juga akan mundur dengan sendirinya,” kata mantan Bupati OKU ini.

Eddy menyebut, memang dalam aturannya pejabat publik yang mencalonkan diri sebagai caleg harus mundur dari jabatannya. Namun jelas Eddy, masa jabatannya sebagai wagub hanya tinggal beberapa minggu mendatang yakni 7 November 2013.

Sehingga sebutnya, ia tidak perlu repot untuk membuat surat pengunduran diri sebagai Wagub Sumsel ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri).  “Saya belum buat surat pengunduran diri itu, kenapa saya repot-repot sebentar lagi juga masa jabatan saya akan habis. Nanti suratnya belum ditandatangani, masa jabatan saya sudah habis,” ungkapnya.

Terkait, desakan kalangan DPRD, yang menginginkan dirinya segera menentukan sikap, dan mengajukan surat pengunduran diri, yang ditembuskan juga ke DPRD Sumsel ?,  ia meminta dewan bersabar, sembari menunggu berakhirnya masa jabatan dirinya sebagai Wagub Sumsel.

“Kalau masa jabatan saya masih panjang, sebelum pileg maka saya akan mundur, tapi inikan masa jabatan saya tinggal sebulan lagi, jadi saya minta kepada anggota dewan agar bersabar saja,”  imbuhnya.

Bukankah surat pengunduran diri itu, adalah salah satu syarat bagi pejabat publik yang harus diserahkan ke KPU sebelum namanya masuk dalam DCT ?, Eddy mengaku tidak mengurusi itu. Sebab sebut Eddy, yang mengurusi kelengkapan pencalegannya adalah Partai Hanura. “Saya diminta pak Wiranto (Ketua Umum Hanura), untuk bergabung. Hanura yang mengurusi semuanya,” ucapnya.

Sementara itu Ketua DPRD Sumsel, Wasista Bambang Utoyo dibincangi terpisah mengatakan, dewan sudah berulangkali menyurati wagub, yang ditembuskan ke gubernur, KPU Pusat dan Kemendagri. Namun sampai saat ini, belum ada jawaban.

Bahkan jelas Wasista, Kemendagri berkilah  persoalan ini bukanlah domain mereka  namun wewenang KPU. “Kemendagri belum menerima surat pengunduran diri Eddy Yusuf sebagai wagub, namun mereka tidak bisa mencampurinya sebab itu wewenang KPU. Semestinya, jika berakhir hingga sesuai masa jabatan nanti, maka pada dasarnya pencalonan yang bersangkutan akan gugur. Disinilah partai politik harus mengambil sikap tegas,” imbuhnya.

Komisioner KPU Sumsel Divisi Teknis Penyelenggara, Herlambang menambahkan, mengenai pembatalan Wagub Sumsel dari DCT DPR-RI yang ditetapkan oleh KPU Pusat sebelumnya, bukanlah wewenang KPU Sumsel.

“Kami hanya dapat menindaklanjuti, jika yang bersangkutan mengundurkan diri atau dinyatakan batal maju sebagai caleg, karena tak memenuhi syarat dari parpol ke KPU pusat,” tukasnya.

Teks     : Dicky Wahyudi

Editor  : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *