Dinkes Tutup Apotek Puji Agung

dinkes

PALEMBANG, KS-Apotek Puji Agung yang berada di Jalan Purban, Kelurahan 16 Ilir, dicabut izin operasionalnya oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang. Sehingga mau tidak mau, apotek tersebut harus tutup.

Hal itu menurut Kepala Dinkes Kota Palembang, dr Anton Suwindro, dilakukan karena pengelola apotek tersebut telah melanggar aturan. Dimana sebut Anton, pembelian obat di Apotek  Puji Agung tanpa ada persetujuan dari apoteker.

“Di apotek tersebut, kita tidak menemukan adanya penjualan obat palsu, setelah kita kroscek ke Persatuan Distributor Farmasi (PDF), ternyata penjualan obatnya tanpa ada persetujuan dari apoteker,” jelas Anton ketika dibincangi di ruang kerjanya, Kamis (17/10).

Sesuai aturan sebut Anton, setiap pembelian atau pemesanan obat harus berdasarkan pemesanan dan rekomendasi dari apoteker. “Sejak 1 Oktober lalu, apoteker di apotek itu sudah mengundurkan diri. Tidak boleh pesan obat tanpa adanya tanda tangan dari apoteker, karena apoteker ini sama dengan dokter,”terangnya.

Anton menambahkan, apotik Puji dapat kembali beroperasi seperti biasa jika sudah memiliki apoteker baru. Saat ini, rekomendasi apoteker baru masuk ke Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT). “Jika telah keluar izin, maka apoteker bisa ditempatkan di apotek tersebut. Ada dua jenis obat yang dipesan kala itu, yakni antibiotik dan analgetik atau penahan rasa sakit,”ucapnya.

Sementara itu, Kasi Registrasi, Akreditasi dan Perizinan Dinkes Palembang, M Yamin, mengatakan, penutupan apotek tersebut, dilakukan berawal dari surat edaran Sekda Palembang untuk menindak apotek yang menjual obat generik diatas harga eceran tertinggi (HET).

Namun ketika di cek, tidak ditemui ada apotek yang menjual harga obat diatas HET. Justru yang ditemukan, pemesanan obat secara langsung oleh pemilik, dan tidak ada tanda tangan apoteker. “Ini semua dilakukan untuk menegakkan Perda 21 tahun 2011 tentang penyelenggaraan sarana kesehatan,”ungkap Yamin, yang juga bertindak sebagai penyidik PNS

Sambung Yamin, dari 200 apotek yang ada di Palembang, baru kali ini dinkes memberi sanksi yang cukup berat. Yamin menyebut sebelum apotek yang beroperasi, biasanya telah di sosialisasikan apa yang melanggar dan tidak. “Dengan adanya sanksi seperti sekarang, kami mengharapkan agar menjadi pembelajaran bagi apotek lainnya,”tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *