Cabai Merah Tembus Rp 60 Ribu per kilogram

cabai merah

cabai merah

PAGARALAM, KS—Pasca perayaan Idul Adha 1434 Hijriyah, harga kebutuhan pokok disejumlah pasar tradisional tetap melambung. Sementara permintaan konsumen meningkat, terutama masyarakat yang hendak melaksanakan hajatan.

Ironisnya, persedian disejumlah bahan kebutuhan pokok di  pasar tergolong sedikit bila dibanding sebelumnya. Sejauh ini kenaikan harga bahan pokok maupun jenis sayur mayur, diperkirakan mencapai 10-20 persen dari harga jual di pasar sebelumnya.

Pantauan di lapangan, Kamis (17/10), sejumlah bahan pokok terus mengalami kenaikan  sejak beberapa terakhir, dan diperkirakan kenaikan akan terus berlangsung hingga satu bulan kedepan.

“Harga cabai merah mengalami kenaikan cukup signifikan, sebelumnya memang sudah naik dengan harga Rp 55 ribu  menjadi Rp 60 ribu per kg. Termasuk cabai rawit sebelumnya  Rp 25 ribu menjadi Rp 40 ribu per kg,” kata Yanti (35), ibu rumah tangga yang tinggal diseputaran Perumnas Nendagung.

Menurut dia, harga jenis sayur mayur terus mengalami kenaikan, tampaknya akan naik lagi. Termasuk bahan pokok seperti telor, beras minyak sayur, gandum dan sagu ikut-ikutan naik.

“Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok pasca Lebaran Haji tetap melambung. Hal itu kemungkinan dipengaruhi oleh banyaknya kebutuhan masyarakat yang hendak menggelar hajatan,” ujarnya.

Senada diutarakan Tati (31), warga Bangun Rejo, Kecamatan Pagaralam Selatan. Menurutnya, kondisi ini sering terjadi sama seperti tahun lalu, dimana menjelang maupun usai perayaan Lebaran, harga sembako tetap tinggi bahkan meningkat drastis.

“Sejauh ini kenaikan harga mulai terasa, apalagi jenis cabai dan bawang merah. Termasuk sembako ikut-ikutan naik juga mulai dari beras, minyak sayur telor maupun daging sapi, daging ayam dan  ikan terus mengalami kenaikan,” ujarnya.

Sebetulnya, lanjut dia, kenaikan harga memang agak membingungkan, karena dalam dua pekan terakhir perubahan atau kenaikan harga terus terjadi, padahal bahan-bahan tersebut memang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Diharapkan adanya pengawasan ketat  dalam hal ini pemerintah setempat agar kenaikan itu tidak dilakukan oleh segelintir pedagang saja,” kata Tati berang.

Sedangkan Ruslan, Agen sayur di Pasar Induk Nendagung mengatakan,  pasca lebaran kali ini banyak masyarakat mulai berbelanja dalam jumlah banyak Sementara persediaan sedikit, karena petani banyak mengalami gagal panen.

“Kita terpaksa memasok sayur mayur dari daerah tetangga seperti Belitang Pasma Air Keruh dan  Manna Bengkulu,” terangnya seraya menambahkan itupun dalam jumlah yang sedikit, karena harganya memang sudah naik.

Adapun jenis sayuran yang didatangkan dari luar Pagaralam, kata dia, seperti wortel, daun bawang, kentang, tomat, bawang merah dan cabai merah.

“Memang beberapa jenis sayur mayur mengalami kenaikan harga, terutama jenis cabai merah menembus Rp 60 ribu per kg. Meski begitu, suasana disemlah pasar  mulai ramai dan berangsur normal,” singkatnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop UKM PP,  Ahmadi Damrah  SE MM melalui Kasi Perlindungan Konsumen Nasrullah Hanif SE MM mengatakan, kekenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok pasca perayaan Idul Adha, biasanya dipengaruhi oleh banyaknya kebutuhan masyarakat yang hendak menggelar hajatan.

“Pasca lebaran kali ini, banyak masyarakat mulai berbelanja dalam jumlah banyak. Sementara para petani banyak mengalami gagal panen, sedangkan persedian yang ada terpaksa dipasok dari daerah tetangga seperti Manna Bengkulu,  Besemah Air Keruh dan Belitang,” jelasnya.

Lebih lanjut Nasrullah mengatakan, kenaikan harga usai  lebaran haji sudah sesuai mekanisme pasar. Sedangkan stok bahan pokok yang ada belum begitu normal. Meski demikian,  pihaknya sejauh ini terus memonitor kondisi harga di pasaran.

“Kita terus memantau harga dipasaran. Diimbau pula para pedagang agar  tidak semaunya menaikkan harga secara sepihak,” ulasnya.

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *