TAA Tak Kunjung Tuntas

met1

Foto : Google Image

PALEMBANG, KS – Nama Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA),  diproyeksikan akan menjadi pelabuhan samudera. Pelabuhan yang terletak di Kabupaten Banyuasin ini, akan menjadi ‘menggusur’ pelabuhan-pelabuhan besar lainnya di Indonesia termasuk pelabuhan di luar negeri.

Diyakini banyak pihak, jika pelabuhan ini terwujud maka ekonomi Sumatera Selatan (Sumsel) pun bakal tergerek naik. Pemerintah pusat pun, menjadikan kawasan TAA sebagai kawasan ekonomi eksklusif (KEK).

Dalam master plannya, pembangunan pelabuhan TAA meliputi tiga cluster area pembangunan, yakni pembangunan dermaga Kapal Feri, dermaga peti kemas dan lapangan Container.

Namun yang menjadi pertanyaan, dari lima gubernur yang mengadang-gadangkan pembangunan Pelabuhan TAA tersebut, tidak ada satupun yang berhasil mewujudkannya.

“Sudah lima gubernur, tetapi kok Pelabuhan TAA tidak terwujud. Padahal infrastruktur, sangat penting untuk mempercepat investasi,” kritik pengamat ekonomi dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Didik Susetyo, beberapa waktu lalu.

Lima gubernur yang dimaksud adalah Sainan Sagiman, Ramli Hasan Basri, Rosihan Arsyad, Syahrial Oesman dan Alex Noerdin. Selama lima periode kepemimpinan tersebut, berulangkali puluhan investor keluar masuk dan menyatakan komitmennya untuk membangun Pelabuhan TAA. Namun, tidak ada satu pun yang terwujud.

Sementara itu Plt Kepala UPTD Tata Ruang Provinsi Sumsel,  Regina Ariyanti mengungkapkan, penyelesaian pelabuhan adalah kunci utama pembangunan kawasan TAA. Jika pelabuhan selesai maka  zona industri di wilayah TAA ada di depan mata.

“Kita juga inginnya cepat.  Karena TAA sudah masuk ke dalam rencana pembangunan RTRW Provinsi Sumsel. Tapi memang prosenya cukup panjang dan tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat,” terang Regina.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, lambannya penyelesaian pembangunan pelabuhan TAA, juga menghambat masuknya  investor ke kawasan TAA. Jika dulunya sudah ada pihak yang jelas menyatakan akan berinvestasi di  Sumsel, tapi kini pihaknya tidak berani lagi memastikan pihak mana yang akan berinvestasi di wilayah TAA.

“Pembangunan pelabuhan TAA yang belum selesai secara otomatis akan membuat investor tidak mau investasi ke wilayah ke TAA. Ketidak tersediaan pelabuhan sebagai akses keluar masuk membuat mereka berpikir ulang jika ingin investasi  disana,” bebernya.

Regina mengungkapkan, dulu ada  investor yang secara tegas dan sudah menyatakan akan membangun di wilayah TAA yakni PT Adani , PT Pusri , Pertamina dan juga PT Nalco. Namun saat ini PT Adani sudah dipastikan mundur dan 3 lainnya mengalami status ketidakjelasan.

Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Pemprov Sumsel, Eddy Hermanto  mengungkapkan, Pemprov Sumsel sudah berusaha dengan maksimal terkait penyelesaian pembangunan pelabuhan TAA. Namun proses  yang  dilalui tidak semudah seperti yang diperkirakan. “Kita sudah mengupayakan dengan maksimal,. Tapi  memang tidak mudah menyelesaikannya karena harus dicek oleh pemerintah pusat,” tandasnya.

Teks   : Dicky Wahyudi

Editor : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *