SP2J Akan Dialihkan ke Swasta

trans-musi

PALEMBANG, KS-PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J),  salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kota (pemkot) Palembang, operasionalnya direncanakan akan dialihkan ke pihak swasta.

Rencana ini disampaikan Wali Kota Palembang, Romi Herton, Rabu (16/10). Pengalihan operasional PT SP2J ke pihak swasta itu menurut Romi, dilakukan karena SP2J belakangan mengalami krisis keuangan.

SP2J sendiri, merupakan induk dari empat usaha yakni BRT Transmusi, jaringan gas kota, rumah susun sewa (rusunawa), properti dan pariwisata serta anak perusahaan PT Pembangkit Listik Palembang Jaya (PLPJ).

“Cord bisnis di SP2J banyak, apabila nanti dianggap tidak beres dan malah merugikan lebih baik akan kita delete saja, atau kita alihkan operasionalnya ke pihak lain,”kata Romi yang dibincangi, kemarin.

Misalnya contoh Romi, PT PLPJ yang merupakan salah satu anak perusahaan PT SP2J sudah diminati oleh PT Medco, untuk diambil alih pengelolaanya sehingga dapat berjalan optimal. “PT PLPJ itu sampai sekarang belum dapat beroprasi, sehingga bulan kemarin kita terkena denda sesuai dengan kontrak kerjanya Rp250 juta perbulan. Padahal pemkot telah menyuntikan dana penyertaan modal sekitar Rp120 miliar, namun sampai kini belum ada profit yang dihasilkan,”ungkap Romi.

Romi menilai selama ini PT SP2J, terlalu banyak anak usaha yang harus dikelola sehingga kinerja yang dihasilkan menjadi tidak maksimal. “Penyertaan modal yang kita berikan termasuk pinjaman dana perbankan, juga tidak jelas kegunaanya,”ucapnya.

Bagaimana dengan pembayaran gaji karyawan PT SP2J untuk September, yang baru dibayarkan 25 persen ?, Romi mengaku, pembayaran hak karyawan PT SP2J itu masih harus menunggu hasil audit badan pemeriksa keuanga (BPK) Sumsel.

Sebab jelas Romi, SP2J selama ini mendapatkan penyertaan modal dari dana APBD Kota Palembang. Penggunaan dana dari APBD ini bebernya, harus di audit apalagi selama ini perusahaan itu belum mengantongi keuntungan.

“Sekarangkan lagi pemeriksaan keuangan oleh BPK, jadi saya minta sengaja dikosongkan dahulu keuanganya agar jelas kemana mengalirnya uang yang ada. Mengapa laporan selalu mengatakan tak untung ,” tegasnya.

Lalu bagaimana nasib para karyawan PT SP2J ?, ia menyebut, memang gaji yang dibayarkan baru 25 persen. Tetapi, itu sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kehidupan mereka. Karena gaji karyawan PT SP2J, perbulannya mencapai Rp12 juta.

“Kalau dibayarkan 25 persen, artinya kan mereka sudah menerima Rp3 juta dari total Rp12 juta gaji mereka perbulan. Gaji mereka itu, lebih besar dari gaji saya sebagai wali kota. Jadi janganlah terlalu dibesar-besarkan,”ucapnya.

Sementara itu salah satu karyawan PT SP2J yang tidak mau disebutkan namanya mengeluhkan, kondisi tersebut. Menurutnya untuk September, gaji mereka mereka baru dibayarkan 25 persen.  “Harusnya jangan digantung seperti ini, harus ada kejelasan,” tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




One thought on “SP2J Akan Dialihkan ke Swasta

  1. Ayah Nya Afwan

    Pak, tolong check ke masing-masing karyawan yang dibawah naungan SP2J. Unutk gaji 12 juta/bulan itu untuk jenjang manager ke atas. Jangan asal bunyi aja di Media sosial. Apa mungkin gaji seorang teknisi biasa bisa mendapatkan nilai segitu ? Jangan didramatisir dan dipolitisasi tentang SP2J ini

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *